Anak-anak Pun Tuntut Pendampingan Orang Tua

Purbalingga – Konten-konten media sosial dan internet yang dapat diakses dengan mudah oleh anak-anak dapat memberikan dampak pengaruh positif. Media sosial dapat membantu anak untuk mengetahui dunia luar dan update informasi terbaru serta membantu di dalam belajar mereka karena bisa mencari materi-materi pelajaran dengan mudah dan cepat.

Namun media sosial juga bisa memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak karena di dalamnya juga terdapat situs-situs pornografi, radikalisme, dan berita-berita hoax. Untuk itulah, anak-anak membutuhkan pendampingan dari orang tua agar mereka tahu yang diakses di dunia maya baik atau buruk untuk mereka.

Pendampingan dan bimbingan dari orang tua inilah yang diharapkan oleh anak-anak. Seperti yang disampaikan oleh Kristina Setyaningrum siswa kelas XII SMA Negeri 1 Wonosobo saat berdialog dengan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dalam acara Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV dan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Alun-alun Purbalingga, Rabu (26/7).

Kristina mengatakan kebanyakan anak mengakses situs-situs di internet tanpa disaring karena mereka senang dan ingin mengakses informasi seluas-luasnya. Sehingga diperlukan bimbingan dari orang tua untuk dapat mengingatkan situs-situs yang tidak baik dan harus dihindari.

“Karena kita masih usia-usia anak, jadi kita perlu bimbingan dari orang tua saat kita bermain media sosial. Karena mungkin ada anak-anak yang saat bermain yang penting saya senang akhirnya saya bisa mengakses apapun itu yang saya suka tanpa saya saring dulu,” katanya, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Hj Atikoh Ganjar Pranowo.

Siswa yang memiliki cita-cita ingin menjadi duta besar itu juga memberikan pesan kepada kawan-kawannya agar lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial.

“Kalau menggunakan media sosial silahkan gunakan media sosial dengan cerdas dengan bijak. Silakan posting ataupun berkomentar hal-hal yang positif, dan teman-teman harus selalu mencari hal-hal positif di internet,” tuturnya.

Gubernur Ganjar sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Kristina. Menurutnya saat ini anak-anak generasi penerus dihadapkan pada gempuran-gempuran yang sangat luar biasa, khususnya di media sosial dan internet.

Kemajuan teknologi dan informasi ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh generasi penerus agar mereka menjadi generasi yang hebat dan siap bersaing di dunia internasional. Karenanya, para orang tua dan juga guru harus terus mengajarkan budi pekerti kepada anak-anaknya agar mereka memiliki karakter yang kuat dan cinta kepada negara dan bangsa.

“Hari ini guru ingin mengajarkan anak-anaknya punya budi pekerti. Menghormati orang tuanya, pasti mencintai gurunya, pasti cinta kepada negaranya. Mereka dibangun, disiapkan agar mereka bisa bahagia,” katanya.

Ganjar menyampaikan pembangunan karakter anak dimulai dari keluarga karena melalui delapan fungsi keluarga, yakni fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, kesehatan reproduksi, sosial society, pendidikan dan pembinaan lingkungan. Keluarga pun mempunyai peran penting dalam menggerakkan pembangunan suatu bangsa agar semakin kuat, modern dan tangguh.

“Semoga di hari keluarga dan hari anak ini orang tua mempunyai perhatian lebih pada anak komunikasinya yang baik. Awas hati-hati bahaya narkoba radikalisme pornografi semua mengancam maka kita harapkan orang tua berkomunikasi intens” ujarnya.

Dalam puncak peringatan Harganas dan HAN 2017 ini, Ganjar juga menyerahkan beberapa bantuan diantaranya, alat bantu jalan untuk 10 penyandang disabilitas, tabungan sejumlah masing-masing Rp 1 juta untuk 10 penyandang disabilitas, 100 paket sekolah dasar dan tas, serta beberapa alat teknologi tepat guna.

Reporter : Kh, Humas Jateng

telah dibaca: 23 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *