Bupati Klaten Sri Mulyani Tantang Pejabat OPD Tunjukkan Kinerja

KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani meminta para pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) bisa menunjukkan kinerja mereka setelah ia dilantik menjadi bupati definitif. Mantan Wakil Bupati (Wabup) Klaten itu mengatakan sudah tak ada alasan lagi bagi masing-masing OPD ragu-ragu menggulirkan program.

“Ya kemarin kan masih banyak keraguan katanya karena masih plt [bupati]. Nah, sekarang kan sudah definitif ya ayo bareng-bareng. Kalau kemarin kan gur plt, ya wis saya diemHla sekarang kan definitif, ya ayo tunjukkan kinerjamu. Niate piye, niate apik po ra. Sudah tidak ada alasan lagi,” kata Sri Mulyani saat ditemui seusai Rakorlak di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (28/11/2017).

Terkait kekosongan puluhan jabatan eselon II, III, dan IV, Mulyani mengatakan masih menunggu hasil uji kompetensi melalui lembaga penjaminan mutu (LPMP) serta tim assesor.

“Terkait dengan assessment hasilnya belum keluar. Setelah nanti ada, insyaallah kami percepat. Ya insyaallah akhir tahun ini sudah selesai,” urai dia.

Pada hari pertama kerja sebagai Bupati Klaten, Mulyani mengunjungi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Klaten. Selain kunjungan, Mulyani melakukan perubahan data e-KTP terkait status pekerjaan yang diubah menjadi bupati.

Disinggung kunjungannya ke Dispendukcapil, Mulyani mengatakan tak ada temuan berarti. Saat ini, pelayanan sudah diupayakan dengan memberikan peneduh pada kantor yang hampir saban hari dibanjiri warga mengurus administrasi kependudukan.

“Tidak ada temuan. Memang antreannya cukup lumayan namun tidak terlalu banyak. Saat ini sudah ada peneduh juga termasuk disiapkan tempat yang agak nyaman untuk pencari surat baik itu e-KTP atau KK. Saya minta di kantor itu ditambahil fasilitas lain seperti televisi agar masyarakat tidak terlalu jenuh saat mengantre,” katanya.

Seperti diketahui, Sri Mulyani merupakan istri dari mantan Bupati Klaten periode 2005-2015, Sunarna. Disinggung pengaruh dari suaminya selama ia memimpin Klaten hingga 2021, Mulyani mengatakan tak masalah.

“Kalau pengaruh dari suami kan enggak apa-apa. Karena kan sharing yang murni tetap dari suami. Kalau dari orang lain bisa jadi ada kepentingan. Tetapi kalau dari suami kan pasti tidak ada kepentingan. Pasti inginnya saya baik. Tetapi, apa pun masukannya yang namanya pemimpin pasti ada filter, ada pembimbing sendiri. Apa pun masukannya kalau itu baik untuk masyarakat pasti ya saya ambil,” ujar dia.

Ia pun tak ambil pusing jika ada anggapan selama masa kepemimpinannya ada pengaruh dari Sunarna. “Ya enggak masalah. Kalau setirnya positif kan tidak masalah dari yang lebih berpengalaman,” urai dia.

Sumber

telah dibaca: 41 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *