Dua Hari Sejak Dilantik Bupati Klaten Sri Mulyani Terjang Banjir Menemui Pengungsi

KLATEN – Tidak menunggu waktu lama terhitung dua hari sejak dilantik oleh Gubernur Ganjar Pranowo sebagai Bupati Klaten di Gedung Gradika Bakti Praja  Semarang 27 Nopember 2017 lalu, Bupati Klaten Sri Mulyani langsung tancap gas menerjang arus banjir di Desa Melikan, Wedi, Klaten untuk mengabarkan nasib warga pengungsi akibat hujan lebat kemarin (Kamis,29/11,17).

Bupati Sri Mulyani bergerak meninjau dan memberikan bantuan pengungsi di Desa Brangkal, Wedi untuk berdialog dan memberikan bantuan logistik, tikar, sembako dan selimut sebagai kebutuhan mendesak.  Rombongan Bupati yang terdiri dari relawan, kepala satuan kerja, PMI dan pers harus tegang bercampur deg-degan sesaat mobil iring-iringan pejabat dan logistik harus menerjang genangan jalan setinggi satu meter berarus dengan rentang hampir 50 m.  Mobil iring-iringan harus merayap pelan dengan persneling rendah menjaga kecepatan agar tidak mogok di tengah arus air banjir.  Suasana berubah lega sesaat mobil iring-iringan Bupati Klaten mencapai daratan yang lebih tinggi.

Di hadapan 200-an warga pengungsi di Desa Brangkal Wedi Klaten Bupati Sri Mulyani mengajak warga terdampak banjir untuk bersabar dan tetap menjaga kesehatan.  Pemerintah khususnya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten dan  relawan kata Bupati Sri Mulyani tidak akan berpangku tangan membantu dengan kekuatan yang ada untuk meringankan pengungsi.  Yang penting dari banjir ini  diupayakan maksimal jangan sampai jatuh korban dan keselamatan warga untuk diutamakan.

Eko Gatot selaku Kepala Desa mengatakan masih ada 70 KK terisolir di dukuh Muker, Melikan, Klaten.  Makanan dan minuman sementara dikirim melalui relawan dengan getek alias perahu bambu.  Itu pun hanya bisa dilakukan siang hari karena kalau malam dikawatirkan ada kenaikan ketinggian banjir dan membahayakan tim penolong.  Perahu karet kata Eko Gatot sudah tiba dari pemerintah dan dipersiapkan untuk evakuasi pengungsi ke balai desa Melikan dan rumah warga lain yang lebih aman.

Berdasar informasi Pusat Pengendali Operasi Bencana Klaten sehari penuh hujan selasa dini hari sampai rabu menyebabkan bebarapa sungai meluap, tanggul jebol dan banjir yang menggenangi rumah warga.  Tanggul terletak di Gamping, Burikan, Cawas jebol selebar 15 m mengakibat 10 Ha sawah terendam. Hampir semua sekolah di Melikan, Brangkal, termasuk SMK Rota diliburkan akibat banjir.  Titik pengungsian warga yang tercatat adalah di desa Brangkal, Melikan dan Beluk dengan fasilitas logistik, dapur umum dan layanan kesehatan dari puskesmas setempat

telah dibaca: 38 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *