Festival Ketoprak Pelajar Bentuk Karakter Anak Bangsa

Festival Ketoprak Pelajar Bentuk Karakter Anak Bangsa (2)
Festival Ketoprak Pelajar Bentuk Karakter Anak Bangsa (1)

Klaten – Festival Ketoprak Pelajar Klaten (FKP) menyongsong sewindu kegiatan ini diharapkan mampu menyebarkan virus ketoprak yang bene virus budaya nenek moyang agar dapat merasuk dan menjiwai anak anak generasi muda yang juga generasi masa depan bangsa. Pagelaran budaya ini akan diselenggarakan di aula SD Krinten 1 Klaten yang berlokasi di jalan Arum Ndalu kampung Klasman Klaten Tengah Jawa Tengah.

Menurut sang owner Amigo Group ini, dalam kesenian ketoprak penuh filosifi dan ajaran kebaikan yang perlu dimengerti oleh kaum generasi muda. Karena dalam kesenian ketoprak kita bisa mengambil ajaran ajaran yang baik, mulai dari rasa tanggung jawab, kecintaan pada tanah air, berprilaku menjadi sosok yang berjiwa kastria serta hidup bermasyarakat yang baik serta jiwa tolong menolog dan toleransi yang sudah ada sejak jaman nenek moyang kita.

Sehingga jika virus ketoprak bisa disebarkan dan merasuk pada semua generasi muda di Klaten niscaya kedepan Klaten akan memiliki genarsi muda yang baik, berkarakter, cerdas serta berwawasan nasional.”Jangan sampai kita kehilangan jati diri kita sebagai orang jawa. Mari kita lestarikan dan uri-uri budaya leluhur kita untuk keberlangsungan anak cucu kita nanti”, ujar sang pemrakarsa yang semasa kecilnya akrab dipanggil Ho-Ho ini.

Dalam festival ketoprak itu, SDN 2 Jomboran Kecamatan Klaten Tengah mendapat kesempatan pertama untuk membuka festival kethoprak anak. Dalam pentas berdurasi satu jam itu, SDN 2 Jomboran membawakan lakon Raden Wijaya. Adegan dagelan antara Kenthus dan Aji Birowo Mendem Telo paling menarik perhatian penonton. Tak sedikit penonton yang tertawa terpingkal-pingkal. Kenthus diperankan oleh Agus Zainuddin, 9, siswa kelas III SDN 2 Jomboran. Sedangkan Aji Birowo Mendem Telo diperankan Aji Birowo, 7, siswa kelas II SDN 2 Jomboran. Meski masih sangat belia, Agus dan Aji sukses memerankan peran sebagai prajurit Kerajaan Majapahit.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten Joko Wiyono menyambut baik penyelenggaraan Festival Ketoprak Anak. Ia mengakui bukan hal yang mudah untuk melakonkan peran di suatu cerita ketoprak. Bahkan para pejabat Pemkab Klaten pun perlu latihan berulang kali untuk pentas Ketoprak Pejabat pada awal Agustus lalu. “Yang umur sudah 50 tahun ke atas saja perankan ketoprak itu sulit. Tapi saat di panggung jadi ketagihan. Kami berharap para peserta pemeran ini melecut budaya ketoprak agar makin meluas digemari masyarakat. Mari Klaten sebagai Kota Dalang dan jadikan Klaten sebagai Kabupaten gudangnya ketoprak,” urai Joko Wiyono.

telah dibaca: 17 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *