Gambyong Kolosal Turut Meriahkan HUT Klaten ke 213

Gambyong310717
Gambyong’310717
Gambyong’310817
Gambyong310817

Klaten – Ribuan penari berlenggak-lenggok di sepanjang Jl. Pemuda, Klaten, Minggu (30/7/2017) pagi. Mereka menunjukkan kebolehan menampilkan Tari Gambyong. Acara tersebut diikuti 2.600 orang pelajar dari berbagai jenjang mulai SD, SMP serta umum. Gelaran tari tersebut diadakan sebagai bagian peringatan Hari Jadi Klaten yang ke-213.

Selama sekitar 30 menit, para penari menampilkan dua jenis tari Gambyong yakni Gambyong Jaka Tarub dan Pareanom untuk memperingati Hari Jadi Klaten dan Kemerdekaan Indonesia.

Plt. Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan Tari Gambyong kolosal digelar untuk melestarikan salah satu tari tradisi asal Jawa Tengah. “Ke depan kami akan kegiatan-kegiatan yang mungkin istilahnya melestarikan budaya daerah termasuk budaya di Klaten,” katanya

Pada penampilan pertama, atraksi mereka berjalan lancar termasuk musik pengiring yang diputar. Penampilan mereka disambut riuh tepuk tangan penonton yang memadati sepanjang tepi Jl. Pemuda. Para peserta Tari Gambyongkolosal itu lantas melanjutkan penampilan kedua.

Sejak pukul 03.00 WIB, sebanyak 40 siswa SD dan 40 siswa SMP sudah bergegas menuju salah satu sanggar tari di kecamatan lereng Gunung Merapi itu untuk berdandan. Rasa puas dan lega ditunjukkan orang tua para siswa yang menunggu anak mereka tampil hingga bubar.

“Bangun itu pukul 02.00 WIB. Kemudian pukul 03.00 WIB mulai rias. Rasanya puas. Ini penampilan pertama,” kata Keti, 30, ibu dari salah satu peserta bernama Zahra, 10, asal Desa Keputran, Kecamatan Kemalang.

Guru yang melatih para siswa asal Kemalang menampilkan tari Gambyong, Isdiyati, 40, mengatakan persiapan ikut Tari Gambyong kolosal itu selama 10 hari. “Untuk siswa SMP itu hanya empat kali latihan. Penampilan mereka lumayan,” kata guru SD di wilayah Kecamatan Kemalang itu..

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Joko Wiyono, berharap dari tari tersebut para siswa semakin mengembangkan diri untuk belajar jenis tari lainnya. “Dari acara ini semua siswa harapannya mereka mencintai jenis tari tradisi yang lain,” urai dia.

Selain menampilkan Tari Gambyong kolosal, pada acara itu juga digelar launching Program Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan dari Polres Klaten. Acara ditandai dengan pelepasan ikatan balon udara oleh Plt. Bupati serta jajaran Muspida.

telah dibaca: 35 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *