Hanya Pulang Mandi

KLATEN – Hujan lebat yang diiringi banjir, sungai meluap dan tanggul jebol di beberapa titik lokasi di wilayah Kabupaten Klaten menjadikan sosok pejabat yang satu ini tidak bisa istirahat dan tidur nyenyak.  Dia adalah Bambang Giyanto yang tercatat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Klaten. Kesibukan itu kian bertambah sebab harus  menjadi orang pertama di lini depan bersama relawan dan masyarakat dalam penanganan dampak banjir dan upaya penanganannya.

Pejabat yang pernah menahkodai Dinas Perhubungan Klaten ini mengaku hanya sempat tidur empat jam sehari.  Bahkan tak jarang hanya pulang sebentar sekedar untuk mandi dan ganti baju.  Setelah itu harus kembali mengkordinasi penanganan dampak banjir akibat badai siklon tropis cempaka beberapa waktu lalu.  Saat ditanya rahasia tetap sehat di tengah beban dan tanggung jawab tugas di tengah bencana Bambang Giyanto menjawab sederhana saja, yakni mencintai pekerjaaan.

Di sela – sela mendampingi Bupati Klaten Sri Mulyani dalam acara penyampaian bantuan pengungsi di dukuh Muker, desa Melikan, kecamatan Wedi Bambang Giyanto menjelaskan BPBD mengkoordinasikan penanganan bencana banjir tahun ini tidak saja masalah logistik tapi juga pengerahan relawan, TNI/Polri, SAR dan masyarakat.  Pengungsi saat itu ada lima titik yakni desa Beluk di Bayat, desa Bangkal di Wedi, desa Japanan, Tlingsing dan Bogor di Cawas.  Masing-masing titik pengungsian telah disiapkan dapur umum termasuk fasilitas layanan kesehatan bagi pengungsi di bawah kordinasi puskesmas setempat.

Sebagai sikap tanggap pemerintah kata Bambang Giyanto melalui Bupati Klaten Sri Mulyani telah menandatangani Surat Keputusan Bupati Klaten Nomor  361/418 tahun 2917 tentang Status Tanggap darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan angin Puting Beliung di Kabupaten Klaten untuk menggerakan  semua komponen untuk ikut terlibat penanganan bencana. Menggali kembali semangat gotong-royong dan sikap peduli itu menjadi kata kunci dalam setiap penanganan bencana pesan Bambang Giyanto.

telah dibaca: 38 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *