Harga Cabai Tidak Bisa Disentuh Dengan Kebijakan Lokal

Klaten – Melambungnya hargai cabai rawit merah sampai menyentuh harga 110.000/kg seperti terjadi di Pasar Besar Klaten ternyata hampir merata di tanah air dan termasuk kasus nasional.  Pengendalian harga cabai tidak bisa dilakukan melalui kebijakan lokal dan harus diatasi  melalui kebijakan nasional.  Demikian disampaikan Ir Cahyo Dwi Setyanto M.Si selaku Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (Tim TPID) Klaten menjawab pertanyaan Tim Focus Net Klaten  (Selasa,24/01) terkait harga cabai.

Faktor cuaca memberi pengaruh penting yang menyebabkan beberapa sentral tananam cabai di Pulau Jawa gagal panen.  Hal ini kata Cahyo Dwi Setyanto sekaligus Kepala Bagian Perekonomian Setda Klaten, menyebabkan pasokan pasar terhadap stok cabai rawit merah berkurang.  Klaten sendiri bukan kabupaten sentra tanaman cabai.  Kecamatan Kemalang sendiri sebagai penghasil cabai juga terkendala akibat curah hujan yang tinggi yang menyebabkan tanaman banyak terserang hama.

Berbeda hal dengan Muhtar (54) petani cabai yang tinggal di Ngawinan Karanganom Klaten saat ini menikmati harga cabai yang tinggi.  Petani cabai yang juga PNS Klaten ini mengaku setiap minggu bisa memanen 17 sampai 20 kg cabai rawit merah dengan harga jual panen petani 40.000/kg.  Di luas lahan 400 m2 dan ditanami 200 batang cabai Muhtar bisa mencukupi kebutuhan bahkan bisa menabung.  Biar pun hampir dua pekan seluruh PNS Klaten molor menerima gajian akibat mundurnya pelantikan pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hal itu  tidak mengharuskan Muhtar berhutang seperti PNS lainnya untuk menutup kebutuhan dapur.  Tingginya harga cabai masih bisa membuat Muhtar tersenyum karena bisa membayar SPP dan anak-anak sekolah.

telah dibaca: 18 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *