Inilah Juara Jombor 10K

KLATEN—Ratusan peserta mengikuti lomba lari Jombor 10 K yang diadakan di kawasan Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Sabtu (15/7/2017) pagi. Lomba digelar memperingati Hari Jadi ke-213 Kabupaten Klaten dan HUT ke-72 Kemerdekaan Indonesia.

Para peserta berlari menempuh jarak sekitar 10 km mengitari Rawa Jombor serta permukiman. Para peserta terbagi dalam kelompok pelajar SMP sederat, pelajar SMA/SMK sederajat, serta umum.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Joko Wiyono, total jumlah peserta sekitar 756 orang. “Penyelenggaraan ini sudah kali ketiga. Untuk total uang pembinaan tahun ini Rp17 juta. Untuk pemenang kami ambil 10 besar dengan juara I, II, II serta harapan I dan harapan II mendapatkan uang pembinaan,” kata Joko saat ditemui di sela lomba.

Lomba digelar untuk tingkat kabupaten. Kegiatan dimaksudkan mengenalkan objek wisata Rawa Jombor serta mencari bibit-bibit atlet lari. “Mudah-mudahan muncul atlet pelari nasional dari lomba ini. Melihat catatan waktu cukup lumayan. Tadi ada yang sampai sekitar 30 menit mengitar sekitar 10 km,” ungkap dia

Joko menuturkan lomba tersebut bakal dikembangkan pada penyelenggaraan berikutnya. “Akan terus kami kembangkan dengan cakupan lebih luas bisa saja sampai ke tingkat nasional. Kalau memungkinkan diadakan lomba thriathlon,” ungkap dia.

Juara I kelompok pelajar SMP putri, Fadila Putri Rinjani, mengatakan baru dua kali mengikuti lomba lari 10 km. Sebelumnya, ia mengikuti lomba lari Baron 10 K 2017 dan meraih juara III.

Pelajar SMPN 1 Cawas asal Desa Nanggulangan, Kecamatan Cawas tersebut menuturkan persiapan yang dilakukan selama dua pekan atau memanfaatkan libur sekolah. Saban hari ia berlari sejauh 8 km. “Sebenarnya lari untuk sampingan saja. Olahraga utama renang. Terakhir mengikuti O2SN [olimpiade olahraga siswa nasional] 2017 juara tingkat provinsi. Saat ini baru persiapan untuk Kejurda [kejuaraan daerah] Agustus nanti,” kata dia.

Juara I kelompok umum, Vendy Sukmajati, 18, mengatakan baru kali pertama mengikuti lomba lari. Dia mengikuti lomba itu untuk latihan fisik olahraga sepak bola yang ia tekuni. “Tidak ada persiapan khusus. Hanya diberi pekerjaan rumah sama pelatih sepakbola untuk menambah fisik. Salah satunya lari setiap hari selama 20 menit,” urai pria asal Desa Barepan, Kecamatan Cawas itu.

Soal uang pembinaan yang diterima dari lomba tersebut, Vendy menuturkan sebagian disumbangkan ke teman satu sekolah sepak bola (SSB) tempat ia berlatih sepak bola di Pedan. Biaya digunakan untuk pindah sekolah. “Namanya Azis Yulianto. Saya kasihan kondisi keluarganya [keluarga tidak mampu]. Dia sebelumnya sekolah di SMKN Trucuk mau pindah ke SMK Tekstil Pedan. Di SMKN Trucuk ia sering izin karena mengikuti pertandingan sepak bola akhirnya dikeluarin dan pindah sekolah,” tutur dia.

Vendy menuturkan biaya pindah sekolah sekitar Rp1,5 juta. Setelah menerima hadiah, ia bersama satu tim SSB-nya mendatangi pelatih sepak bola soal pemberian sumbangan kepada temannya dari hasil lomba lari Jombor 10 K tersebut.

Sumber

telah dibaca: 16 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *