Kerap Banjir, Puluhan Relawan Peduli Sungai Bakal Susuri Kali Dengkeng

KLATEN – Sejumlah relawan peduli sungai bakal melakukan penyusuran terhadap Kali Dengkeng mulai dari Kecamatan Gantiwarno hingga Wonosari, pada Kamis (21/12) mendatang. Susur sungai dilakukan mengingat Kali Dengkeng merupakan salah satu anak Sungai Bengawan Solo yang kerap meluap apabila terjadi hujan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi mengatakan penyisiran akan dilakukan selama empat hari dengan menggandeng relawan peduli sungai. Salah satu sasaran dalam penyusuran Kali Dengkeng ini adalah memetakan dan mengidentifikasi tanggul yang rawan jebol ketika air sungai meluap.

“Kali Dengkeng ini kan salah satu sungai yang rawan. Artinya rawan adalah banyak tanggul yang jebol ketika meluap. Bahkan bencana banjir di Klaten kemarin itu juga disebabkan oleh luapan Dengkeng,” ujarnya saat ditemui, Senin (18/12/2017).

Lebih lanjut diungkapkan selain pemetaan tanggul, relawan yang terjun ke sungai juga akan membersihkan tumpukan sampah yang ada di sepanjang Kali Dengkeng. Bahkan dalam pemetaan yang dilakukan kali pertama ini juga untuk mengidentifikasi apakah adanya rembesan air di sekitaran sungai. Mengingat tanggul Kali Dengkeng kerap jebol.

“Semua kita petakan, kondisi tebing itu ketinggian berapa juga akan kita ukur. Kita juga ingin mengetahui potensi apa yang ada di Kali Dengkeng itu,” jelasnya.

Nantinya, lanjut Jaka, hasil dari pemetaan ini akan dikumpulkan menjadi satu untuk pembahasan dan pengkajian. Hasil akan diserahkan kepada pemerintah daerah dan juga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Nanti tindak lanjutnya seperti apa, menjadi kewenangan dari BBWS.

“Apakah nanti akan diperbaiki atau seperti apa kita nunggu dari sana. Apa itu prioritas atau tidak kita lihat saja nanti, karena memang yang berkompeten dalam hal ini BBWS,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Bambang Giyanto menambahkan susur sungai kali ini sementara hanya difokuskan kepada Kali Dengkeng. Dari puluhan relawan yang terjun akan dibagi empat kelompok, masing-masing kelompok berisikan 18 relawan.

“Penyisiran dilakukan di sepenjang sungai dari Kecamatan Gantiwarno hingga Wonosari. Kita ingin mengetahui tanggul yang kritis hingga dampaknya seperti apa,” Kata dia.

Informasi yang diperoleh, sedikitnya akan ada 40 kelompok relawan yang bakal melakukan penyisiran. Diantaranya dari BBWS Bengawan Solo, Dinas Pusda Taru Jawa Tengah, BPBD, Kodim, Polres, mahasiswa dari UGM, Senkom, Kokam, Srikandi Sungai, dan sejumlah komunitas sungai lainnya.

Sumber

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *