Keunikan Proses Pembuatan Gerabah Klaten

Jika sedang berkunjung ke daerah Pagerjurang Bayat, Kabupaten Klaten, maka di sepanjang jalan akan menemukan outlet para pengrajin gerabah. Gerabah-gerabah itu merupakan hasil kerajinan warga yang tinggal di daerah tersebut, dan sebagian besar warga di Desa Pagerjurang berprofesi sebagai pengrajin gerabah.

Gerabah yang dibuat di sana kebanyakan dibuat untuk keperluan sehari-hari. Misalnya, mangkok, gelas, teko air, meja, kursi atau pot tanaman. Gerabah Bayat memiliki kesan yang biasa, namun ada yang membuatnya unik dan berbeda dari pembuatan gerabah pada umumnya, yaitu terletak pada teknik atau cara pembuatannya.

Pada umumnya cara untuk membuat gerabah menggunakan meja putar tegak. Masyarakat di daerah Bayat menyebutnya dengan perbot, Yang membuat unik dari gerabah Bayat adalah penggunaan perbot miring yang konon hanya ada di Bayat. Perbot miring itu sendiri hanya bisa digunakan untuk membuat gerabah-gerabah yang ukurannya kecil. Apabila gerabah dibuat dalam ukuran yang besar, dikhawatirkan gerabah bisa jatuh karena posisinya miring.

Selain cara pembuatannya yang unik gerabah bayat juga mempunyai ciri khas lain yaitu memiliki warna kehitam – hitaman setelah dibakar, hal itu yang menandakan keaslian gerabah Bayat, warna natural gerabah Bayat dihasilkan dari perpaduan tanah liat khusus, serta ditambahkan bubuk pasir halus. Dari perpaduan ini dapat menghasilkan gerabah yang berkualitas tinggi, dan tidak mudah pecah saat proses pembakaran.

Karena keunikanya, Desa Melikan banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun asing yang ingin mencoba teknik putaran miring dalam membuat gerabah. Jika anda berencana untuk berkunjung ke Klaten tidak ada salahnya untuk mampir ke Bayat mempelajari banyak hal tentang pembuatan gerabah dan membawa pulang oleh – oleh keramik cantik khas Bayat.

telah dibaca: 63 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *