Klaten Smart City Diluncurkan, 12 Fitur Tersajikan

KLATEN — Indonesia Indicator membuat aplikasi Klaten Smart City. Aplikasi berbasis Android itu saat ini memiliki sekitar 12 fitur. Peluncuran aplikasi Android baru itu dilakukan bersamaan dengan Festival Kuliner Tradisional 2017 di Alun-Alun Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (27/6/2017).

“Aplikasi ini dibuat bagian dari memberdayakan masyarakat Klaten. berbagai masalah itu bisa dibantu dengan membuka jejaring. Semuanya tentang Klaten itu ada di sana,” kata Director of Communication Indonesia Indicator, Rustika Herlambang, saat ditemui wartawan seusai peluncuran aplikasi.

Rustika mengatakan mengembangkan aplikasi tersebut Indonesia Indicator dibantu para sukarelawan terutama untuk pengumpulan data kuliner. “Kami dibantu sukarelawan Klaten dalam dua hari bisa mengumpulkan data 1.843 lapak di Klaten. Semuanya sudah dimasukkan dalam aplikasi,” urai dia.

Rustika menuturkan aplikasi yang dibuat berbasis artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Ia memastikan informasi yang disampaikan diperbarui. “Jadi, apa yang kami kasih aplikasi di Klaten itu sudah menggunakan aplikasi big data dan artificial inteligence. Tetapi, masyarakat bisa upload sendiri dan memasukkan data. Jadi, nanti tinggal login,” katanya.

Dia menjelaskan ada 12 fitur dalam aplikasi itu saat ini. Selain kuliner, ada fitur lain yakni yakni aspirasi, kesehatan, lokasi, berita, lapak, lowongan pekerja, agenda, angkutan, properti, serta otomotif. “Jadi di sana ada informasi lowongan pekerjaan. Sistem ini juga memungkinkan masyarakat menyapa pemerintah dan mengingkatkan melalui aspirasi,” ungkapnya.

Rustika menuturkan aplikasi masih memungkinkan untuk dikembangkan termasuk menambah fitur seperti seperti UMKM serta industri. Aplikasi itu bisa diunduh secara gratis melalui Playstore.

Disinggung pengembangan aplikasi tersebut, Rustika menuturkan ide pembuatan aplikasi itu baru muncul sekitar tiga pekan lalu. “Kebetulan founder dari Indonesia Indicator asalnya dari Wedi. kami memiliki klien Pemkab dan Pemprov, masak kami tidak bantu untuk Klaten. Ide itu sebenarnya baru datang sekitar tiga pekan lalu,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Kuliner Tradisional Klaten yang juga pengurus Koperasi Pedagang Kaki Lima Manunggal Klaten, Roby Wijaya, menuturkan aplikasi tersebut bisa mendukung usaha pedagang kaki lima. “Harapannya dengan kuliner ini masyarakat bisa melakukan order melalui online,” kata dia.

Sumber

telah dibaca: 46 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *