Masyarakat Diminta Melaporkan Jika Menemukan Harga Sembako Di Atas HET

IMG_3516
IMG_3509

Klaten – Eva Yuliana dalam kunjungan pemantauan harga di Klaten meminta masyarakat aktif melaporkan distributor atau pedagang yang menjual harga sembilan bahan pokok (sembako) khususnya minyak goreng dan gula pasir jika melampaui harga eceran tertinggi alias HET yang telah ditetapkan pemerintah (Sabtu,6/05/17).

Staf khusus Menteri Perdagangan RI itu mengatakan pemerintah sudah menetapkan HET sejumlah sembako salah satunya gula pasir di harga 12.500/kg dan minyak goreng di harga 11.000 /liter. Eva Yuliana minta kepada para pedagang atau pemilik toko modern untuk meningkatkan stok sembako untuk mengantisipasi permintaan masyarakat menjelang ramadan dan idhul fitri.  Misalnya sehari bisa menjual gula pasir  100 kg  maka stoknya harus ditambah sampai 200 kg dengan mengajukan permintaan tambahan kepada penyedia.  Silahkan masyarakat melapor pemerintah setempat (Dinas perdagangan, Koperasi dan UKM Klaten ) jika menemukan pedagang yang nakal.  Jika terbukti nakal Eva Yuliana menambahkan bisa saja izin usaha yang bersangkutan dicabut termasuk sangsi denda.

Wahyudi Martono selaku Kepala Bagian Humas Setda Klaten saat dikonfirmasi terkait pengaduan harga sembako mengatakan masyarakat dipersilahkan mengadu melalui kanal pengaduan resmi Pemerintah Kabupaten Klaten yakni Maturibu.  Masyarakat bisa membuka website Maturibu di alamat maturibu.klatenkab.go.id atau mengirim pesan aduan di email maturibu.mail.klatenkab.go.id dimana sejak penetapan organisasi perangkat daerah yang baru akan dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Klaten.

Berdasarkan data yang dihimpun sebanyak enam orang utusan Kementerian Perdagangan RI dipimpin Eva Yuliana melakukan kunjungan pemantauan harga sembako khususnya gula, minyak goreng dan beras di sejumlah toko modern dan gudang Bulog. Didampingi Sunardi, Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Klaten dan pejabat setempat, rombongan kementerian perdagangan RI mengunjungi pusat perbelanjaan di Sami Laris, Laris Swalayan, Mitra Swalayan dan terakhir di gudang Bulog Karangwuni.  Kunjungan bertujuan pemantauan harga sembako menjelang ramadhan dan hari raya Idhul Fitri agar harga di pasaran tidak melampaui HET yang telah ditetapkan pemerintah.

telah dibaca: 14 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *