Kearifan Lokal: Memetri Embung di Lereng Merapi

Pemerintah bersama warga Talun mengadakan memetri embung Tambaksari di Lereng Gunung Merapi setelah ibadah Sholat Jumat (13/5). Menteri embung merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat berupa pendekatan budaya, kepada semua pihak untuk melestarikan sumber sumber kehidupan seperti embung. Pendekatan budaya merupakan modal yang cukup kuat dan dinilai efektif, karena tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri.

Kegiatan itu dihadiri Sekda Klaten, Jaka Sawaldi, Asisten II Sekda Klaten Purwanto Anggono Cipto, Camat Kemalang Pri Harsanto dan sejumlah tokoh. Usai kegiatan kenduri dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan penanaman pohon di sekitar embung untuk membantu peresapan air ke dalam tanah.

Masyarakat mengarak gunungan hasil bumi pada upacara memetri embung yang digelar pada hari Jumat pertama di bulan Sya’ban, 13 Mei 2016 sekitar pukul 13.00. Kirab gunungan dimulai dari Dukuh Plosokereb menuju embung yang berlokasi di sebelah utara Balaidesa Talun yang jaraknya sekitar 1 km.

Kirab gunungan tersebut dimeriahkan kelompok kesenian jatilan, ketoprak, kelompok tani, ibu-ibu PKK, relawan saga bencana hingga siswa sekolah. Setibanya di lokasi, digelar kenduri yang dihadiri ratusan warga dipimpin tokoh agama setempat. Acara dilanjutkan larung oleh sesepuh desa.

“Upacara memetri embung dilakukan untuk melestarikan embung. Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Talun untuk menjaga keberadaan embung Tambaksari yang sangat bermanfaat bagi warga,” kata Nanang Jatmiko, salah satu panitia. Acara tersebut masih berlangsung hingga sore.

Sekda Klaten Jaka Sawaldi mengatakan, masyarakat Desa Talun beruntung mempunyai embung yang menjadi sumber air alami. Mereka bisa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, juga untuk pertanian, memberi minum sapi, serta usaha perikanan dan wisata pemancingan.

“Upacara memetri embung ini menunjukkan tekat masyarakat untuk melestarikan sumber air dengan gerakan embung lestari dan penghijauan. Berkat embung tersebut, masyarakat Talun tidak mengalami kekeringan di musim kemarau, karena embung tetap ada airnya,” ujar Jaka usai acara.

Meski musim kemarau dan desa-desa lain kekeringan, embung Tambak Sari

Dari Memetri kita ajarkan untuk menanam pohon,hemat air, menjaganya.

 

memetri embung2 (1) memetri embung2 (2) memetri embung2 (3) memetri embung2 (4) memetri embung2 (5) memetri embung2 (6)

telah dibaca: 74 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *