Pemkab Klaten Peringati Pekan Pancasila

Klaten (01/06/2017) – Mengantisipasi pengamalan nilai – nilai Pancasila dinilai kian luntur saat ini maka tidak salah jika pelaksanaan Pendidikan, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau dikenal dengan istilah P4 penting untuk diterapkan kembali.  Demikian pesan yang disampaikan Wahyudi Martono selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kantor Kesatuan, Kebangsaan dan Politik  Klaten di sela-sela Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2017 di Halaman Pendopo Pemkab Klaten ( Ahad 01/06/17).

Wahyudi Martono sekaligus Kepala Bagian Humas Setda Klaten mengatakan momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2017 yang baru pertama kali diperingati ini menjadi momentum yang tepat untuk menggali, menghayati dan mengamalkan Pancasila secara utuh dalam segala perikehidupan. Kalau generasi sebelum 1970-an pasti pernah merasakan penataran Pendidikan Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau P4 setiap masuk sekolah atau menjadi pegawai negeri sipil.  Sekarang kegiatan itu tidak ada sehingga generasi muda tidak paham tentang Pancasila.  Hal ini yang menyebabkan generasi  saat ini kata Wahyudi Martono hanya tahu Pancasila sekedar kata-kata, kosong pemahaman makna apalagi harus mengamalkannya.

Pemikiran senada juga disampaikan Muhammad Titis Wasana selaku Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Klaten saat bincang-bincang usai pelaksanaan Peringatan Hari Lahir Pancasila.  Titis mengatakan Pendidikan P4 harus diterapkan dalam kurikulum sekolah agar para pelajar tahu makna Pancasila sebagai alat pemersatu sekaligus ideologi bangsa.  Kalau perlu film tentang Gerakan 30 September atau G-30/S PKI itu diputar kembali sehingga Pendidikan moral Pancasila itu bisa merasuk di kalangan generasi muda.  Adanya media sosial dengan isu memecah belah dan gejala kebangkitan PKI itu harus diwaspadai salah satunya dengan kembali menghayati dan mengamalkan Pancasila.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Klaten dilaksanakan pemerintah bertempat di Halaman Pendopo Klaten 1 Juni 2017 diikuti sekitar seribu peserta. Peserta terdiri dari Muspida, pejabat dilingkungan Pemkab Klaten, TNI, Polri, PNS, pemuda dan karyawan swasta itu dipimpin Hizbullah Idris, Ketua Pengadilan Klaten selaku inspektur upacara. dengan membacakan amanat Presiden RI Joko Widodo.

Dalam pesan sambutan yang dibacakan Hizbullah Idris selaku inspektur upacara,  Presiden Joko Widodo mengatakan rumusan Pancasila sudah final hasil sumbang sih dan jiwa besar para bapak bangsa, para ulama, pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok nusantara.  Takdir Tuhan bangsa Indonesia terlahir dalam keberagaman.  Keberagaman itulah yang membentuk Indonesia dalam Bhineka Tunggal Ika.

telah dibaca: 21 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *