Panen Padi Perdana Pengembangan Pertanian Modern Se Hektar mencapai Rp. 30 Juta

IMG_6928
IMG_6937
IMG_6944
IMG_6948
IMG_6956
IMG_6959
IMG_6969
KLATEN – Kamis  ( 09/11 ) Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Haji Slamet Widodo mengawali Panen Padi Perdana Pengembangan Pertanian Modern di dukuh Bawukan desa Kalikebo kecamatan Trucuk Klaten. Kegiatan dilakukan mewakili pelaksana tugas (Plt) Bupati Klaten, didampingi kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisme Pertanian Kementrian Republik Indonesia, Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Jateng, Kepala Dispertan Klaten Wahyu Prasetyo dan sejumlah pejabat yang lain.
Kepala desa Kalikebo Agung Nugroho ditemui ditengah acara berlangsung mengemukakan,  kegiatan penanaman padi Pengembangan Pertanian Modern di wilayahnya dilakukan bekerja sama dengan BPP Mektan RI. Budidaya tanaman padi varitas Ciherang di lahan seluas sepuluh hektar tersebut,  diawali penanamannya  pada awal Agustus 2017 atau sekitar seratus hari yang lalu. ‘’ Penanaman padi pengembangan pertanian Modern tersebut memanfaatkan peralatan mesin pertanian Modern ( tidak menggunakan tenaga manual) ‘’ ujarnya.
Menurut Agung Nugroho, lahan pertanian diwilayahnya keseluruhan mencapai sekitar 100 hektar namun untuk uji coba pengembangan pertanian modern bekerjasama dengan BPP Mektan baru sekitar 10 hektar. Karena pertanian yang ada di wilyahnya memanfaatkan jaringan irigasi tehnis, maka sepanjang tahun ditanami padi, dan biasanya saat Musim Tanam III produksi tinggi yakni sekitar delapan ton/ hektar atau setara dengan Rp. 30 juta an.
Lebih lanjut kepala desa Kalikebo mengatakan, agar harga gabah terjual dengan harga tingggi. Sebenarnya Gabungan Kelompok Tani dan pemerintah desa setempat berkeinginan untuk membeli gabah dari petani. Namun keinginnan tersebut hingga saat ini belum kesampaian, karena keterbatasan modal yang dimiliki serta belum tersedianya Lumbung Padi sebagaimanan yang diharapkan.
Plt Bupati Klaten Hajah Sri Mulyani dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Ekonomi pembangunan  Setda haji Slamet Widodo mengatakan, Klaten dengan luas lahan sawah mencapai sekitar 33.111 hektar menjadi salah satu Lumbung Pangan di Jawa Tengah. Sejak tahun 2015 Klaten melaksanakan program upaya khusus peningkatan produksi padi, Jagung dan Kedelei (UPSUS PAJALE), ditempuh melalui peningkatan luas tanam dan peningkatan produktifitas. ‘’ Upaya tersebut diharapkan alkan mengoptimalkan hasil panen yang muaranya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat disektor pertanian ‘’ tandasnya,.
Dalam kesempatan tersebut diserahkan piala dan piagam perghargaan Lomba Tanaman Refogia tingkat kabupaten Klaten tahun 2017. Dengan urutan Juara I hingga III Kelompok Tani Murih Raharjo (desa/kecamatan Juwiring), Mardi Rahayu ( Desa Trotok kecamatan Wedi), Dadi Mulyo ( desa Tumpukan Karangdawa ). Penerima yang lain adalah pemenang harapan I hingga harapan V.

telah dibaca: 6 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *