Pelaku Kehumasan Dan Wartawan Klaten Deklarasi Melawan berita Hoax

IMG_3636
IMG_3642

KLATEN – ( Rabu, 10/05) Pemerintah kabupaten Klaten menggelar acara Dialog dan Deklarasi Melawan Berita Sesat / Hoax . Kegiatan diprakarsai bagian Hubungan Masyarakat (Humas ) Sekretariat Daerah (Setda) diikuti puluhan peserta Pelaku Kehumasan dan wartawan media cetak maupun elektronik tersebut ,  diselenggarakan di kompleks Radio Siaran Publik Daerah ( RSPD) Jalan Pemuda Klaten,  ditandai dengan penanda-tanganan spanduk yang bertuliskan Deklarasi Masyarakat  Klaten Melawan HOAX .

Deklarasi diawali menampilkan pembicara Pakar Komunikasi  Sigit Purwaka Kepala Biro MNC TV Jawa Tengah (Jateng)  dan Daerah Istimewa Jogjakarta DIY  itu, juga menampilkan Kasubag Humas Polres Klaten,  dan sejumlah pemangku jabatan Kehumasan  dari Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkompinda ) Klaten sebagai Narasumber .

Kepala Sub Bagian Kemitraan dan Analisa Media bagian Humas Setda , haji Muhammad Isnaini selaku ketua panitia penyelenggara mengemukakan, acara Dialog dan Deklarasi Melawan Berita Sesat / Hoax dilakukan untuk mengeliminir atau membatasi beredarnya berita sesat  yang yang terjadi beberapa waktu terakhir, yang dampaknya banyak merugikan masyarakat. ” Usai pengumuman kelulusan SMA/SMK lalu beredar berita hoax yang membuat banyak orang miris, bahkan Mendiknas RI Muhajir Efendy sempat termakan kabar bohong tersebut,  sehingga jauh-jauh dari jakarta  datang ke Klaten untuk memastikan kebenaran  kabar sesat tersebut ” ujarnya.

Sehubungan hal tersebut, kata Isnaini lebih lanjut, Pemkab Klaten melalui Bagian Humas Setda mengajak para pelaku Kehumasan dan wartawan Media Cetak maupun elektronik setempat menggelar Dialog dan Deklarasi Melawan Berita Sesat. Dengan kegiatan dimaksud kedepan setidak nya dapat ditekan munculnya berita hoax yang banyak merugikan masyarakat .

Kepala Bagian Humas Setda Klaten Haji Wahyudi Martana mewakili Pelaksana tugas (Plt) bupati  Hajah Sri Mulyani mengatakan,  kemajuan teknologi informasi internet, tidak saja menempatkan pers sebagai satu-satunya sumber informasi berbasis masa, tapi seorang individu pun saat ini mampu menjadi penyebar informasi, sehingga kemajemukan pesan yang berkembang menjadi abu-abu antara fakta atau isu , antara benar atau salah. Kondisi demikian menjadi tantangan zaman yang harus dihadapi seluruh pelaku kehumasan dan pers, agar lembaga yang secara filosofis menyebar luaskan pesan dan mencerdaskan masyarakat ini mampu menjadi rumah penjernih informasi. ” Pelaku kehumasan dan Media  menjadi dua prajurit perang yang harus gigih mengusung bendera kebenaran, keadilan, menjernihkan pemikiran masyarakat dari kesesatan berdasar kaidah Undang-Undang ” tandasnya.

Menurut Plt Bupati Klaten, masyarakat harus diedukasi agar tidak mudah menelan pesan di media sosial sebagai kebenaran. Masyarakat harus mentradisi tabayun atau mengecek setiap pesan informasi, dimana kebenaran harus didasarkan nilai manfaat, kebaikan dan tidak menabrak kaidah kebenaran.  Dialog dan Deklarasi Melawan Berita sesat memiliki substansi yang sangat penting bagi langkah ke depan sebagai penyebar pesan yang bernilai dan bermanfaat bagi kecerdasan masyarakat, kemitraan kehumasan pemerintah dan pelaku media masa harus dijalin intensif sebagai dua kekuatan yang saling melengkapi dan mengisi ” tandasnya.

telah dibaca: 8 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *