Pernikahan Tanah dan Air

Paguyuban Bumi Koripan melakukan prosesi budaya pernikahan air (Bagus Tirto) dan tanah (Siti Pertiwi). Ritual budaya ini diselenggarakan di Padepokan Puser Jagad, Dukuh Koripan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten selama tiga hari. Ritual ini dimulai dengan tarub, memebuat dan nebus kembar mayang, kirab, siraman hingga akad nikah kemudian diakhiri dengan syukuran dengan resepsi nanggap wayang.

Dalam ritual ini pengantin laki-laki, Bagus Tirto berwujud sebuah kendi besar yang dihiasi janur dan diarak oleh rombogan keluarga pengantin dengan menggunakan kereta kuda. Pengantin perempuan yang diwujudkan tanah dimasukkan dalam sebuah kendil dan dihiasi janur pula.

Ketua Paguyuban Bumi Koripan, Agung Setiyono mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud syukur atas suburnya tanah dan melimpahnya air di wilayah Kecamatan Polanharjo. Selain itu juga sebagai sarana menjaga kearifan lokal, serta agar masyarakat bisa menjaga air dan tanah sehingga kelestarian alam akan memberikan kemakmuran bagi masyarakat.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Jawa Tengah (Jateng), Alamsyah sempat terkejut saat mengahadiri acara resepsi pernikahan Bagus Tirto dan Siti Pertiwi, menurutnya pernikahan antara Bagus Tirto (air) dan Siti Pertiwi (tanah) ini baru kali pertama ada di wilayah Jateng atau Indonesia bahkan dunia. Beliau juga mengungkapkan ritual ini adalah suatu ide kreatif.

telah dibaca: 9 kali

Comments are closed.