PKBM Dewi Fortuna Raih Penghargaan Dunia

KLATEN – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dewi Fortuna Klaten meraih penghargaan bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan atau education for sustainable development(ESD) Okayama Award 2017. Penghargaan itu diterima pada 18-23 Oktober lalu di Okayama, Jepang.

ESD Awards merupakan salah satu program UNESCO. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk penghormatan masyarakat dunia terhadap upaya yang telah dilakukan individu, lembaga, dan organisasi yang terlibat dalam bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dalam rangka percepatan program aksi global.

Ketua PKBM Dewi Fortuna, Kristian Apriyanta, mengatakan awalnya PKBM Dewi Fortuna ditunjuk oleh Kemendikbud untuk mewakili Indonesia pada ajang penghargaan itu. Alasan penunjukkan yakni PKBM yang berlokasi di Dukuh Jombor, Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan tersebut memiliki unit kegiatan bernama Omah Wayang yang memberikan kontribusi bagi keberhasilan masyarakat dalam upaya mengintegrasikan pendidikan nonformal dengan pelestarian budaya.

“Awalnya saya juga tidak mengetahui tiba-tiba PKBM Dewi Fortuna ditunjuk mewakili Indonesia oleh Kemendikbud melalui jaringan PKBM. Kemudian kami lakukan persiapan pada April lalu untuk mengirimkan makalah hingga membuat video yang disebarkan melalui youtube,” kata Kristian saat ditemui salah satu rumah makan di Klaten, Minggu (19/11/2017).

Dari seleksi yang dilakukan dewan juri, dua proyek terpilih sebagai pemenang global prize ESD Okayama Award 2017 dari 44 makalah yang berasal dari perwakilan 29 negara. PKBM Dewi Fortuna lantas ditetapkan sebagai peraih juara utama atau 1st global prize dengan judul Pelestarian Seni Tradisional yang Terintegrasi dengan Pendidikan, Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal yang Berkelanjutan. Hasil penentuan juara itu diumumkan pada 11 September 2017.

PKBM Dewi Fortuna didirkan pada 2004 lalu berawal dari keprihatikan dengan kondisi seni tradisional yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat dan generasi muda. Sementara, Omah Wayang didirikan mulai 2010 lalu.

Beberapa program kegiatan di PKBM Dewi Fortuna yakni pemberantasan buta aksara, pendidikan kesetaraan paket B, pendidikan kesetaraan paket C, pelatihan kerajinan dan wayang kulit dan seni tradisi (Omah Wayang), taman bacaan masyarakat, serta pemberdayaan perempuan. Dalam pembelajaran, seluruh kegiatan PKBM memanfaatkan seni tradisional sebagai media pendidikan.

Dari 2012 hingga 2016, PKBM Dewi Fortuna sudah meluluskan 592 anak putus sekolah melalui pendidikan keseteraaan. Di bidang pembelajaran sendi tradisional, sudah ada 505 anak yang belajar di PKBM Dewi Fortuna melalui unit Omah Wayang dari 2012 hingga 2016.

Apri berharap PKBM Dewi Fortuna bisa menjadi pusat pendidikan nonformal di bidang seni budaya di Klaten. “Ketika orang berpikir tentang Klaten yang diingat seni tradisional dan Omah Wayang. Kami ingin seni  tradisional dimanfaatkan di berbagai sektor seperti Basarnas sudah memanfaatkan untuk upaya mitigasi bencana,” kata Apri.

Ketua Umum Dewan Kesenian Klaten, Sunarna, mengatakan penghargaan yang diterima PKBM Dewi Fortuna menunjukkan pengakuan pelestarian budaya di Kabupaten Bersinar. “Apa yang dilakukan PKBM Dewi Fortuna merupakan hasil kerja gotong royong tim beserta seluruh masyarakat Klaten,” katanya.

Sumber

telah dibaca: 22 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *