Ratusan Peserta Meriahkan Karnaval Budaya di Alun-alun Klaten

Karnaval budaya (4)
Karnaval budaya (3)
Karnaval budaya (2)
Karnaval budaya (1)

Klaten – Sebanyak 34 Kontingen mengikuti karnaval budaya yang digelar disepanjang Jl. Veteran hingga Jl. Pemuda. Ratusan kelompok karnaval turut memeriahkan HUT RI ke-72 dengan menampilkan berbagai atraksi antaranya reog, marching band dari berbagai sekolah di Klaten, hingga punokawan. Sabtu (19/8/2017).
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Joko Wiyono, mengaku untuk peserta karnaval berjalan kaki dari Monumen Juang 45 hingga depan panggung para pejabat yang berada di seberang Alun-alun Klaten sejauh 1,8 km.
“Kegiatan untuk menguri-uri budaya serta melihat kreasi-kreasi terbaru yang ditunjukkan para peserta,” kata Joko Wiyono.
Ia menjelaskan banyaknya peserta dan jenis budaya yang ditampilkan membuat panitia membatasi penampilan di depan panggung. Masing-masing kontingen hanya diberi waktu satu menit. Meski dibatasi, para peserta yang mulai berjalan dari Monumen Juang 45 sekitar pukul 14.00 WIB itu berakhir ketika peserta terakhir sampai di depan panggung pada 18.00 WIB.
Penampilan terakhir karnaval budaya yakni penampilan para seniman serta budayawan yang tergabung dalam Gora Swara. Mereka mengikuti karnaval dengan menumpang trailer dengan bagian belakang disulap menjadi panggung dipenuhi berbagai alat musik tradisional. Mereka mempersiapkan penampilan itu di GOR Gelarsena sejak pukul 10.30 WIB.
“Untuk penampilan dalam karnaval budaya ini kami sengaja menggunakan mobil trailer. Mobil itu kita gunakan untuk menampung belasan kelompok seni dan budaya yang tergabung dalam Gora Swara,” ujar Pimpinan Produksi (Pimpro) karnaval, Narimo Kris Sutanto.
Pemimpin produksi karnaval Gora Swara, Narimo Kris Sutanto, mengatakan ada 19 kelompok kesenian dengan peserta 173 orang dari berbagai sanggar di Kabupaten Bersinar. Tema yang diusung Gora Swara pada karnaval itu yakni Kebhinnekaan dalam Budaya.
Soal biaya untuk mengikuti karnaval termasuk mendatangkan trailer, Narimo menuturkan dilakukan patungan dari para peserta. “Semua kami lakukan secara patungan tanpa ditentukan besarnya biaya,” kata Narimo.
Soal kesenian dan budaya yang ada di Klaten, Narimo menilai selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah. “Kesenian dan budaya di Klaten sebenarnya banyak sekali dari kecamatan hingga desa memiliki budaya masing-masing. Namun, kurang sentuhan dari pemerintah. Harapan kami ada dukungan untuk menggali potensi-potensi kesenian dan budaya di masing-masing wilayah,” katanya.

telah dibaca: 6 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *