Ribuan Tenaga Pendidikan Muhammadiyah di Klaten ikuti Deklarasi FGM

Klaten- Ribuan guru dan karyawan Lembaga Pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Klaten mendeklarasikan diri sebagai Forum Guru Muhammadiyah (FGM), Sabtu (19/07/2017) siang di GOR Gelarsena Klaten. Seluruh guru yang tergabung dalam FGM ini meliputi guru SD/ MI, SMP/ Mts hingga SMA/SMK/ MA. Nantinya forum ini akan mawadahi seluruh aspirasi guru yang ada di lingkungan Muhammadiyah.
Deklarasi itu digelar oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Klaten.
Ketua Panitia Deklarasi FGM Klaten, Aris Munawar, mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah untuk membentuk karakter guru Muhammadiyah agar bisa lebih profesional. Selain itu, deklarasi ini juga untuk menunjukkan kepada warga Muhammadiyah bahwa Klaten sudah memiliki FGM. Pasalnya FGM ini sudah terbentuk baik ditingkat pusat, wilayah dan yang terakhir di tingkat daerah.
“Ini sebetulnya sudah dilantik satu tahun lalu, namun untuk deklarasinya baru kami lakukan saat ini. Semua yang tergabung dalam FGM ini tidak hanya guru melainkan juga karyawan pendidik,” ujarnya.
Lebih lanjut Ia menambahkan, beberapa lembaga kegiatan juga akan diikut sertakan dalam FGM ini, diantaranya lembaga advokasi, pelatihan litbang dan bagian kewiraswastaan. Sehingga dengan begitu seluruh guru dan karyawan bisa menyalurkan aspirasi mereka pada forum ini untuk menjadi tenaga pendidik yang berkemajuan.
“FGM nanti juga membantu berbagai kesulitan yang dimiliki oleh guru. Contohnya, kesulitan dalam kepengurusan sertifikasi guru,” katanya.
Terkait hal itu, Ketua Dikdasmen Muhammadiyah Klaten Abdul Salim menambahkan, dengan forum guru ini nantinya akan dibentuk koodinator FGM mulai dari tingkat Kawedanan. Setelah itu nanti juga akan dibentuk Korwil (koordinator wilayah).
“Dari FGM ini kami mengharapkan bisa membuat sekolah yang kita kelola meningkat klusternya dari rintisan mandiri menjadi mandiri dan yang terakhir menjadi sekolah unggulan. Untuk saat ini sekolahan yang kita usulkan ke provinsi untuk menjadi sekolah unggulan ada 10 sekolah dari tingkat SD, SMP dan SMA,” kata dia.

telah dibaca: 9 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *