Saban Hari Petani Klaten Panen Padi

1513656744-29039cc1-94b8-412e-b536-407d344c8000
1513656555-c3a92764-5326-4050-b3dc-1ad242cab4df

Klaten— Petani Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar panen padi, Selasa (19/12/2017). Kegiatan disaksikan delegasi Kementerian Pertanian, perwakilan Babinsa, serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Klaten.

“Rata-rata per hari luas panen 150 hektare di Klaten,” ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ditjen Hortikultura Kementan, Yasid Taufik, sela acara. Sedangkan panen di Desa Kapungan di lahan seluas 10 hektare.

Eks Sekretaris Ditjen Hortikultura itu menambahkan, saban hari petani Klaten panen padi. Untuk Desember ini, setidaknya panen berlangsung di 16 dari 26 kecamatan. “Di samping panen, sekarang juga tanam,” imbuhnya.

Kementan menargetkan luas lahan tanam (LTT) pada Desember mencapai 12 ribu hektare. Capaiannya per Selasa ini, baru 7.579 hektare. “Sudah 60 persen. Pasti tercapai,” yakin dia.

Usai panen padi, peserta menyaksikan proses penghitungan produktivitas oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Hasilnya, ungkap Yasid, “Produktivitas 8,4 ton gabah kering panen per hektare.”

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKPP Klaten, Joko S, menerangkan, serapan padi di wilayahnya melampaui target. “Tertinggi di Solo Raya, jadi sentra padi,” bebernya.

Dia menambahkan, biasanya hasil panen padi petani Klaten disuplai ke Jabodetabek melalui Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta. Badan Urusan Logistik (Bulog) pun membeli hasil panen petani Klaten.

“Harga di tingkat petani cukup tinggi. Gabah kering panen Rp5.000-Rp5.200 per kilogram,” tandas Joko.

Sumber

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *