SDN 3 Klaten Maju Lomba Pengelolaan BOS Nasional tahun 2015

Dana BOSKlaten – Selasa (19/07) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Klaten kecamatan Klaten  tengah kabupaten Klaten maju lomba tingkat Nasional pengelolaan Beaya Operasional Sekolah (BOS) tahun 2015. Tim Penilaian dari Direktorat Pembinaan Sekolah dasar (PSD) Kemendiknas sebanyak tiga orang dipimpin Agus Salim, diterima bupati Klaten hajah Sri Hartini didampingi sejumlah pejabat teras pemkab dan jajaran pejabat Diknas kabupaten Klaten di selokah setempat yang berada di Kampung/Kalurahan Klaten.

Bupati Klaten Hajah Sri Hartini dalam sambutannya mengatakan, dalam penilaian Lomba pengeloloaan BOS tingkat Nasional ini, SDN 3 Klaten karena prestasinya ditunjuk wakil propinsi Jateng dalam kegiatan tersebut. Untuk masyarakat dan pemerintah kabupaten Klaten sangat berharap agar SDN 3 Klaten mampu meraih juara dalam lomba agar bisa menjadi contoh pengelolaan BOS sekolah setempat yang lain.

Selain itu, kata Sri Hartini lebih lanjut, kompetisi ini juga bisa digunakan sebagai bahan motifasi bagi Pemkab Klaten untuk terus berbenah dalam meningkatkan mutu layanan penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan Dana BOS yang baik diharapkan juga dapat membawa mutu pendidikan semakin meningkat.

Ketua Tim Penilai Lomba Pengelolaan BOS Nasional Agus Salim dalam penjelasannya mengatakan, Direktorat Pembinaan Sekolah dasar(PSD) menemukan banyak sekolah yang masih tidak mengindahkan Petunjuk tehnis (Juknis) Yang dikeluarkan oleh Kemendiknas. Sebagian besar dana BOS kebanyakan dialokasikan untuk membayar Honorairium Guru Non PNS sekeolah setempat. “ Sesuai ketentuan alokasi dana BIS untuk membayar upah tenaga atau Honorer maksimal sebanyak 20 prosen, namun kenyataan banyak sekolah yang mengalokasikan dana melebihi ketentuan karena kondisi sekolah yang ada ( guru PNS lebih kecil dari guru Honorair ) “ terangnya.

Kesalahan lain, kata agus lebih lanjut, banyak sekolah dalam melakukan administrasi pengelolaan kurang transparan meski dalam pelaksanaan sudah sesuai ketentuan. Kedepan diharapkan sekolah dalam melakukabn pengelolaan BOS lebih transparan baik pada masyarakat, maupun orang tua wali murid. “ Sekolah diharapkan lebih transparan dalam mengelola BOS agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan “ tambahnya.

Hubungannya dengan penilaian, Agus menjelaskan, keseluruhan yang masuk penilaian tahap pertama sebanyak 132 sekolah, jumlah tersebut akan dipilih 50 sekolah urutan terbaik yang dinilai kembali dalam tahap selanjutnya. Kriteria penilaian meliputii perencanaan, evaluasi dan transparasi pengelolaan yang melibatkan komite sekolah dan SDN 3 Klaten meruapakan salah satu dari 3 wakil dari SD di Jawa Tengah dalam lomba tersebut.

telah dibaca: 61 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *