Sebanyak 34 THL-TB Penyuluh Pertanian Klaten Memperoleh SK Pengangkatan CPNS

DSC05332
DSC05349
DSC05342
DSC05347
DSC05346
DSC05345
DSC05352

KLATEN – Sebanyak 34 orang tenaga Harian Lepas (THL)-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TB TPP) kabupaten Klaten  diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Daerah. Pengangkatan terhadap puluhan orang formasi tahun 2017 tersebut secara simbolis ditandai dengan serah terima Surat Keputusan Pengangkatan oleh Sekda Haji Jaka Sawaldi mewakili bupati kepada dua orang perwakilan penerima di ruang rapat B2 Setda Rabu (11/10).

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klten Sartiyasto mengemukakan, proses pengadaan CPNS Daerah THL-TB Penyuluh Pertanian diawali dengan penadatanganan kerja sama antara Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian Kementan RI dengan bupati Klaten. Terkait hal tersebut 35 THL-TB Penyuluh Pertanian setempat diusulkan untuk mendapat formasi. ‘’ Pada tahap seleksi jumlah peserta yang mengikuti sebanyak 35 orang berusia paling tinggi 35 tahun per 5 September 2016, 90 orang lainnya berusia lebih dari 35 tahun, akhirnya peserta yang berusia dibawah 35 tahun dinyatakan lulus dan diproses pengangkatan CPNS ‘’ jelasnya.

Setelah proses penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) untuk Klaten dari 35 THL-TB yang diusulkan semua telah disetujui dan ditetapkan NIPnya, namun seorang diantaranya kini masih dalam proses karena masalah data. Adapun SK Pengangkatan CPNSD yang diserahkan hari ini sebanyak 34 SK meliputi; Golongan ruang Penata Muda (III/a) beriajah Strata 1/D4 Pertanian sebanyak 16 orang, Pengatur (II/c) berijazah Ahli Madya /DIII sebanyak 4 orang dan Pengatur Muda (II/a) berijazah SMK Pertanian sebanyak 14 orang, ditempatkan dilingkungan Dinas pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Klaten ‘’ ujarnya.

Sekretaris daerah (Sekda) Haji Jaka Sawaldi mewakili Plt Bupati Klaten Hajah Sri Mulyani mengatakan, Pengangkatan CPNS bisa dikategorikan sebagai masa percoban bagi yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Maka posisi yang demikian menuntut yang bersngkutan untuk bekerja keras cerdas, sesuai bidang tugasnya untuk memberikan pelayanan terbaik atas tugas yang diberikan. ‘’ Sebagai tenaga penyuluh pertanian selain dituntut bertugas meningkatkan produktifitas pertanian, juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani yang berada diwilayah kerjanya’’ ujarnya.

Menurut Sekda, penilaian terhadap PNS secara normatif dilakukan oleh atasan langsung yang bersangkutan, meski demikian masyarakat juga dapat melakukan penilaian dan melaporkan pada atasan manakala Oknum dimaksud bekerjanya tidak sesuai ketentuan. Sehubungan hal tersebut aparat pemerintah dituntut terus meningkatkan kompentsi dan keahlian yang memadai agar ke depan dapat bekerja secara profesional.

telah dibaca: 19 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *