Stadium Generale Antikorupsi : Partisipasi Perguruan Tinggi Dalam Pemberantasan Korupsi

studium generale antikorupsi (5)
studium generale antikorupsi (6)
studium generale antikorupsi (4)
studium generale antikorupsi (3)
studium generale antikorupsi (2)

Klaten, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) mengadakan Kuliah Umum (Studium Generale) di Universitas Widya dharma ( Unwidha ) dengan tema “Peran Partisipasi Masyarakat Dan Perguruan Tinggi Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi“ Klaten, Rabu (17/10). Kuliah Umum tersebut dihadiri Wakil Ketua KPK RI, Sekretaris dan Fungsional KPK RI, Bupati Klaten, Forkominda Kabupaten Klaten, Rektor dan Wakil Rektor Universitas Widya dharma ( Unwidha ) dan Ketua dan Pembina Yayasan Pendidikan Indonesia Klaten serta Mahasiswa Universitas Widya dharma ( Unwidha ) dan Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Klaten.

Rektor Universitas Widya dharma ( Unwidha ) Prof. Dr. H. Triyono, M.Pd menjelaskan mahasiswa merupakan calon pemimpin bangsa perlu mulai dari sekarang diberikan sosialisasi tentang tindak pidana korupsi dan Unwidha mendukung keberadaan KPK dan Satgas Saber Pungli yang ada di Klaten.

Wakil Ketua KPK RI, Basaria Panjaitan menjelaskan korupsi adalah kejahatan luar biasa karena mengakibatkan kerugian yang besar bagi Negara atau masyarakat atau korban yang banyak atau menimbulkan kepanikan, kecemasan, atau ketakutan yang luar biasa kepada masyarakat. Peran masyarakat dalam pemberantasan korupsi tentang KPK antara lain :

  1. Berperan serta dalam pelaksanaan tugas dan fungsi KPK menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  2. Melaporkan tindak pidana korupsi (pengaduan masyarakat);
  3. Turut melakukan pendidikan, sosialisasi, dan kampaye anti korupsi;
  4. Mengikuti / mengawasi proses dan mekanisme pencalonan dan pemilihan anggota komisi pemberantasan korupsi.

Basaria Panjaitan dalam kuliah umumnya menyampaikan strategi dalam pemberantasan korupsi antara lain dengan efek jera dan partisipasi umum, perbaikan sistem dan partisipasi umum, membangun nilai dan partisipasi umum. Perguruan Tinggi dalam pemberantasan korupsi harus berperan menjadi pusat gerakan akademis pemberantasan korupsi dan mendorong gerakan pemberantasan korupsi baik secara lokal maupun nasional melalui:

  1. Pendidikan
  2. Pembekalan orientasi mahasiswa ( pengenalan )
  3. Mata kuoliah / insersi anti korupsi ( pendalaman )
  4. Pembekalan calon wisuda
  5. Kampaye anti korupsi
  6. Penelitian
  7. Skripsi / riset / kajian
  8. Pembentukan pusat kajian
  9. Perbaikan sistem / tata kelola (good Goverment)
  10. Pengabdian masyarakat
  11. KKN tematik anti korupsi
  12. Pengawasan pemerintahan / layanan publik

telah dibaca: 17 kali

Comments are closed.