Tempe Bahan Dasar Kedelei Pertama Kali Dibuat Oleh Masyarakat Klaten

proses pembuatan tempe 24/7/2017
24/7/2017

Tahun 2017 Pemerintah desa Geneng kecamatan Prambanan kebupaten Klaten mengelola Anggaran Pendapatan belanja Desa (APBDes) sebesar Rp. 1,545 milyar lebih untuk pelaksanan pemerinathan dan pembangunan daerah. Angaran tersebut berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp. 49,695 juta, Bengkok Rp. 92,9 juta, Dana Desa Rp. 743,5 juta, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp. 337,535 juta, BHP 36,729 juta, Bantuan Keuangan propinsi Rp 35 juta bantuan Keuangan kabupaten 195 juta, sumber lain Rp. 15 juta.

Kepala Desa Geneng , Agung Saputra mengemukakan hal itu kepada Pelaksana tugas (Plt) Bupati Klaten Hajah Sri Mulyani dan rombongan pada acara Sambang warga di balai desa setempat, Kamis (20/07). Kegiatan dikemas dengan peresmian rumah tempe tersebut, juga disaksikan Muspika dan para kepala desa se wilayah Prambanan, dan undangan lain.

Lebih lanjut Agung mengatakan, untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pemerintah desa mengajak pihak ketiga untuk membuat usaha industri rumah tangga khususnya pembuatan tempe.kedele yang dilakukan oleh anggota Pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) Desa. Untuk mengawali kegiatan tersebut telah dikirim enam kader untuk mengikuti pelatihan selama 4 hari di Bogor.

Menurut Kades Genang, enam kader telah bekerja professional membuat tempe standar higineis tinggi menggunakan dua set peralatan produksi berkapasitas 160 Kg yang mampu menghasilkan produk kwalitas premium. Kenapa memilih usaha tempe, karena makanan sudah merakyat dan banyak manfaat yang kini sudah mendunia.

Pelaksana tugas (Plt) bupati Klaten Hajah Sri Mulyani dalam sambutannya mengatakan, tempe dibuat dengan proses unik oleh nenek moyang bangsa Indonesia sejak beberapa abad yang lalu. Bukti sejarah menunjukkan bahwa tempe bahan dasar kedei merupakan produk fermentasi yang pertama kali dibuat oleh masyarakat Klaten Jawa Tengah dan sudah biasa dikonsumsi sejak tahun 1700 Masehi. ‘’ Dalam Serat Centhini jilid 3 terdapat seorang epajabat dari Pramaban menuju Pajang, mampir di dusun Tembayat Klaten dijamu oleh Pengaran Bayat dengan lauk Tempe berbahan dasar kdele ‘’ ujarnya.

Pemkab Klaten, kata Sri Mulyani lebih lanjut, mengapresiasi berdirinya rumah tempe desa Geneng yang diprakarsasi oleh anggota PKK desa untuk memenuhi asupan gizi keluarga yang murah, yang lainnya bisa dipasarkan pada yang lain. Hal ini sejalan dengan visi misi Pemkab Klaten Mengangkat Produk Unggulan Potensi daerah.

telah dibaca: 32 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *