Temu Kader Posyandu, Pemerintah Desa Dapat Mengalokasikan Dana Desa Untuk Posyandu

kader posyandu
kader posyandu2
kader posyandu3

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten mengadakan pertemuan dengan kader Posyandu dari seluruh Kabupaten di Gedung Olahraga (GOR) Klaten, Rabu (5/12). Kegiatan dihadiri oleh ribuan kader Posyandu yang dimulai dengan senam pagi di halaman GOR. Kegiatan dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Klaten, bersama Tim TP PKK Kabupaten Klaten.

Bupati Klaten, Sri Mulyani dalam sambutannya mengajak kader Posyandu di Kabupaten Klaten untuk bersama-sama mencegah stunting dengan memberikan pemenuhan gizi dan makanan yang cukup untuk bayi.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinkes Klaten, bayi lahir yang meninggal dunia di tahun 2018 ini mencapai 122 kasus. Dari jumlah tersebut, hampir separuhnya disebabkan oleh minimnya asupan gizi. Terbukti, rata-rata bayi lahir yang meninggal dunia hanya memiliki berat badan kurang dari 2,5 kilogram.

Dinas Kesehatan meminta kepada pemerintah desa agar dapat mengalokasikan dana dasa kepada Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Hal itu disampaikan menyusul banyaknya kasus bayi yang baru saja lahir namun meninggal dunia lantaran kekurangan asupan gizi.

Salah satu penyebabnya justru kurang asupan gizi pada perempuan, terutama saat menginjak remaja. Mereka kebiasaan makan makanan yang kurang seimbang. Padahal mereka adalah calon ibu,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Klaten, Sri Sundari dalam acara Temu Kader Posyandu di Gor Klaten

Menurutnya, asupan gizi pada masa remaja sangat berpengaruh ketika kaum perempuan memasuki masa kehamilan. Ia memandang hal itu masih sangat kurang dipahami oleh perempuan saat ini, kebanyakan dari mereka merasa kalau memasuki masa remaja masih bebas untuk mengkonsumsi apapun.

Padahal itu salah. Justru disitulah kondisi kesehatan mereka ditentukan. Seharusnya mereka sudah mulai paham, karena untuk jangka panjang orang yang kurang asupan gizi itu berbahaya. Apalagi untuk janin nanti,” imbuhnya.

Dikatakan, saat ini jumlah Posyandu di Kabupaten Klaten mencapai 2.668 unit. Hanya saja fokus dalam program Posyandu tersebut masih untuk layanan kesehatan balita. Hampir sebagian Posyandu belum bisa memaksimalkan program pemberdayaan perempuan remaja lantaran belum ada perhatian dari desa.

Oleh sebab itu, pihaknya mengaku saat ini Pemerintah Desa harus sudah mulai sadar akan pentingnya kesehatan masyarakat. Dengan adanya kucuran dana desa dari pemerintah, seharusnya bisa dialokasikan untuk program Posyandu. Sebab melalaui Posyandu itulah perempuan remaja akan terpantau.

Jika perlu, harus dibuatkan Posyandu dengan kader perempuan remaja. Nanti mereka bisa diedukasi banyak hal, seperti kesehatan reproduksi perempuan dan literalisasi kesehatan,” pungkasnya.

Sumber

telah dibaca: 37 kali

Bagikan melalui:

Comments are closed.