Tersedia 80 Transplanter di Klaten, Tapi Masih Kurang

Klaten – Hingga saat ini kebutuhan alat mesin pertanian (Alsintan) di Klaten khususnya transplanter (alat tanam benih padi) masih kurang memadai. Berdasarkan areal tanam yang ada mestinya daerah setempat membutuhkan sekitar seribu unit transplanter, namun baru tersedia sebanyak 80 unit sehingga  baru memenuhi sepuluh persen dari kebutuhan, yang kekurangannya masih mengandalkan tenaga tanam manusia.

Hal itu dikemukakan Wahyu Wardana kepala Seksi Sarana Prasarana Dinas pertanian Klaten, kepada wartawan yang menemui di Gudang dinas setempat, Rabu (04/01). Digudang tersebut pejabat eselon IV tersebut menyaksikan acara serah terima bantuan lima unit Hand Tracktor dan lima mesin pompa air bagi 10 kelompok tani di Klaten.

Sejumlah bantuan tersebut, dijelaskan Wahyu, akan diberikan kepada sepuluh kelompok tani di tiga wilayah kecamatan. Meliputi satu Hand tracktor untuk kelompok tani desa Jonggrangan Klaten Utara, satu unit untuk kelompok tani desa Ceper dan tiga yang lain untuk 3 kelompok tani di wilayah kecamatan Karanganom. Selanjutnya untuk mesin pompa air sebanyak 5 unit kesemuanya diserahkan kepada kelompok tani di kecamatan Karanganom.

Dalam suatu kesempatan Kepala Dinas Pertanian Klaten Wahyu Prasetyo mengemukakan, Klaten sebagai daerah penyangga pangan nasional pada program upaya khusus peningkatan produksi Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) tahun 2015 mempunyai luas areal tanam padi sebanyak 66.866 Hektar dan tahun 2016 realisasinya mencapai 73.304 hektar. Kondisi tersebut menjadikan program Pajale setempat jumlahnya mengalami kenaikan karena sebelumnya hanya seluas 61.000 hektar.

telah dibaca: 28 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *