TNGM Larang Warga Gunakan Balon Api

KLaten – Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) meminta masyarakat di lereng Gunung Merapi tidak membuat balon api udara saat merayakan syawalan maupun lebaran. Dikhawatirkan balon api itu akan memicu kebakaran hutan di kawasan lereng dan puncak.

Kepala Resort Kemalang dan Pengendali Ekosistem Hutan TNGM Arif Sulfiantono mengatakan larangan itu untuk mencegah sejak dini kebakaran hutan di Merapi seperti tahun lalu. “Kami minta masyarakat selama syawalan atau usai lebaran tidak membuat lagi balon api udara,” katanya, Senin (13/6).

Menurut Arif, kerawanan itu disebabkan pada akhir bulan ini sudah masuk musim kemarau. Dari identifikasi bulan Juni saja, banyak semak dan ranting mulai mengering. Semua titik dan wilayah dianggap rawan sebab balon api bisa jatuh dimana saja. Baik di puncak maupun di kawasan lereng. Bahkan jika jatuh di permukiman pun dampaknya bisa fatal. Jika jatuhnya di kawasan yang sulit di jangkau seperti tahun lalu akan sangat sulit diatasi.

Selain tradisi balon api, kebiasaan warga lereng yang pada bulan Juni dan Juli membakar gulma dan semak juga berbahaya. “Meski tujuanya agar rumput ternak tumbuh tetapi juga rawan kebakaran,” katanya.

merapi

Sumber 

telah dibaca: 85 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *