Mudik ke Klaten, Ini Rekomendasi Oleh-oleh Khas Kota Bersinar

KLATEN – Klaten merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki beragam oleh-oleh khasnya yang terkenal. Oleh-oleh khas ini banyak diborong wisatawan yang datang ke Klaten karena keunikan rasanya yang mengingatkan akan Kota Bersinar.

Meski bukan termasuk kota besar di Jawa tengah, namun Klaten tetap menjadi tempat singgah favorit untuk masyarakat untuk berburu buah tangan khasnya. Inilah 3 oleh-oleh rekomendasi untuk Sobat Bersinar yang sedang berkunjung ke Klaten;

 

1. Jenang Ayu

Jenang ayu merupakan makanan tradisional asal Klaten dan telah eksis sejak era kolonial. Biasanya makanan ini dijadikan sebagai buah tangan dalam upacara pernikahan adat Jawa dan sering dijadikan suguhan saat hajatan.

Dibuat dari perpaduan gula aren dan santan sebagai bahan utama, jenang ayu merupakan kudapan yang memiliki cita rasa manis gurih alami. Jenang ayu tekstur yang lebih lembek dibandingkan makanan sejenisnya seperti dodol yang memiliki tekstur kenyal.

Istimewanya, meski dimasak dengan bahan alami, Jenang Ayu Niten bisa tahan hingga tiga bulan dan tidak tengik. Jajanan ini terawetkan secara alami dengan minyak kelapa yang keluar saat santan dimasak dengan durasi yang panjang. Sehingga jajanan ini sangat cocok sebagai buah tangan saat berkunjung ke Klaten dan aman dibawa hingga ke luar kota bahkan luar negeri.

Baca Juga:  Pemkab Klaten Raih Opini WTP 4 Tahun Berturut-turut

Jenang ayu banyak dijual di wilayah Kecamatan Wedi yang merupakan sentra produksi jenang ayu.

 

2. Slondok

Makanan ini terbuat dari singkong yang dibentuk menjadi lingkaran-lingkaran kecil seperti cincin, kemudian dijemur hingga kering lalu digoreng. Rasanya gurih dan renyah. Selain dijadikan oleh-oleh, slondok biasa dijadikan teman berkumpul dengan sanak famili, terutama di momen lebaran seperti saat ini.

Camilan ini memiliki rasa gurih khas yang berasal dari singkong sebagai bahan utamanya. Selain rasa original, slondok juga disediakan dalam beberapa varian rasa; pedas, balado, barbeque, manis pedas, keju.

Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp 8.000 hingga 30.000 per bungkusnya. Slondok mudah ditemukan di toko oleh-oleh Klaten.

 

3. Keripik Ceker

Satu lagi camilan yang tidak boleh dilewatkan saat berbelanja oleh-oleh khas Klaten, yakni keripik ceker. Jika ceker ayam biasa ditemui dalam olahan masakan seperti soto dan sup, namun di Klaten, ceker ayam diolah menjadi kudapan alternatif berupa keripik, mirip keripik kulit ayam.

Baca Juga:  DKPP Klaten Pastikan Kematian Ternak di Desa Tlogowatu Bukan PMK

Keripik ceker khas Klaten memanfaatkan daging yang menempel di kaki ayam saja tanpa tulang. Keripik ceker selanjutnya dibumbui dan dilakukan dua kali penggorengan. Pertama, penggorengan untuk mengeringkan kulit bagain luar, dan penggorengan kedua untuk mengeringkan kulit bagian dalam. Keripik ceker digoreng hingga kering dan menghasilkan rasa yang gurih juga renyah. Keripik ceker tak hanya cocok dijadikan sebagai camilan, tetapi juga kerupuk pendamping nasi dan lauk.

Sobat Bersinar dapat mendapatkan keripik ceker di outlet oleh-oleh khas Klaten di Jalan Rajawali, Klaten Tengah

(ful-ang/Kominfo-klt)

telah dibaca: 104 kali

Comments are closed.