40% Ternak di Desa Balerante Klaten Terpapar  Bisul Sapi, Petugas Cepat Turun Tangan  

KLATEN – Para peternak sapi Desa Balerante, Kemalang, Klaten harus merugi.  Beberapa sapi miliknya terpapar penyakit bisul sapi yang menyebabkan ternak-ternak itu bernanah dan daging yang terserang jadi membusuk sehingga tidak laku dijual.

Namun petugas kesehatan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten cepat melakukan upaya penanganan.  Sebanyak 12 petugas terdiri dari dokter hewan, mantri hewan dan penyuluh terbagi dalam tiga tim disebar di seluruh Desa Balerante didampangi perangkat desa melakukan upaya pengobatan.

Petugas kesehatan hewan dari DKPP Klaten memberikan pengobatan dan vitamin untuk ternak yang terpapar bisul sapi itu untuk mengurangi tingkat kesakitan ternak.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP  Klaten, Triyanta saat diwawancara (Selasa, 14/03/23) mengatakan petugas lapangan sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengobatan bekerja sama perangkat desa Balerante.

“Sebetulnya jadual petugas kesehatan hewan di Desa Balerante  adalah vaksinasi PMK (penyakit mulut dan kuku). Tapi di lapangan ditemukan penyakit bisul sapi.  Kami sudah memiliki Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan.  Di sana sudah ada dokter hewan, mantri hewan dan penyuluhnya.  Jadi kasus bisul sapi sudah ditangani.  Petugas memberikan pengobatan dan vitamin.  Bagi ternak yang terkena bisul sapi tidak dilakukan vaksinasi” pungkasnya.

Baca Juga:  Ratusan Anak Ikuti Ajang Kreativitas Anak Usia Dini 2024

Kepala Desa Balerante Sungkono saat ditemui (Senin, 13/03/2023) di balai desa setempat membenarkan kabar ternak sapi di desanya terserang penyakit bisul sapi.

“Di Desa Balerante sendiri ada sekitar 1.200 ternak sapi.  Sekitar 40%nya terpapar penyakit bisul sapi.  Penyakit bisul sapi sendiri sudah menyerang ternak kira-kira dua bulan yang lalu” jelas Sungkono.

Terkait dampak penyakit bisul sapi itu sendiri Sungkono yang sudah tiga pereode menjabat sebagai Kepala Desa Balerante menerangkan kalau sapi yang terdampak nilai jualnya turun.

“Penyakit bisul sapi itu sendiri bisa merata.  Bisul itu sekian lama jadi nanah dan menyebabkan dagingnya membusuk.  Jadi bisul itu ada dibawah kulit di luar daging.  Kalau daging sapi itu membusuk, maka sapi itu nilai jualnya turun.  Bahkan tidak laku dijual” terangnya.

Penulis Joko Priyono Klaten.

telah dibaca: 548 kali

Comments are closed.