8360 Ton Jagung Siap Panen Bulan November di Kabupaten Klaten

Klaten – Ketahanan pangan merupakan aspek penting dalam kehidupan, World Health Organization (WHO) mendefinisikan tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan adalah kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar.

“Meningkatnya penduduk setiap tahun menjadi tantangan tersendiri dalam ketersediaan pangan. Diperlukan kekompakan tiap-tiap daerah untuk program nasional mengenai ketahanan pangan, dan Klaten menjadi daerah yang cukup potensial sebagai penyangga pangan” Ujar Ir Widiyanti M.Si Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan saat pidato sambutan dalam acara panen jagung Program Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (Pajale). Acara tersebut dihadiri ribuan warga, petani jagung dan unsur pemerintahan yang diadakan di area persawahan Desa Mandong Kecamatan Trucuk pada Rabu (30/10).

Widiyanti menambahkan, Kabupaten Klaten sejak tahun 2015 sudah swasembada pajale. untuk tahun 2019, 10400 hektar lahan yang ditanami jagung pada bulan november siap panen, diperkirakan mencapai 8360 ton. untuk 1044 ton merupakan kebutuhan di Kabupaten Klaten dan sisanya diekspor. “Maka klaten tidak hanya sudah bisa swasembada, tapi juga bisa ekspor untuk komoditas jagung” Imbuh Widiyanti.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dalam pidato sambutannya menuturkan tahun 2015-2019 Klaten salah satu daerah mendukung program nasional Upaya Khusus pajale. Sri Mulyani juga menghimbau petani harus lebih arif, menyikapinya saat musim kemarau. cuaca sekarang sulit diprediksi.

“Pemkab Klaten terus berusaha memfasilitasi memberikan bantuan alat pertanian, bibit, serta pupuk untuk menunjang produksi pangan daerah maupun nasional” ujar Sri Mulyani.  Beliau juga menghimbau petani untuk ikut asuransi usaha tani untuk menanggulangi gagal panen.  Asuransi 1 petak 7 ribu, kalau gagal panen bisa diklaim dan mendapat ganti rugi.

telah dibaca: 24 kali

Comments are closed.