Ada Soya di Kampoeng Kedelai di Kaki Pegunungan Desa Ngerangan

KLATEN – Kegiatan Tim Penggerak PKK di Desa Ngerangan, Bayat, Klaten patut dicontoh. Ibu – ibu Desa Ngerangan yang tinggal di bawah pegunungan itu kreatif mengolah kedelai menjadi berbagai cemilan dan minuman segar di sebuah kedai angkringan. Kalau penasaran, datang saja ke Kampoeng Kedelai setiap hari Sabtu pagi menikmati berbagai hasil olahan kedelai sambil menikmati indahnya kaki pegunungan Desa Ngerangan, Bayat.

Ada cemilan gurih seperti peyek kedelai, nasi gudang, tiwul sampai minuman segar susu kedelai. Tidak hanya itu. Minuman kekinian juga ada, soya namanya.

Siti (46) anggota TP PKK desa setempat menjelaskan kalau daerahnya menjadi penghasil tanaman kedelai. Hasil kedelai yang melimpah menginpirasi ibu-ibu desa untuk mengolah kedelai menjadi makanan kekinian.

“Minuman soya menjadi andalan Kampoeng Kedelai. Jadi soya itu minuman susu kedelai yang dicampur dengan potongan jelly. Rasanya pun banyak variasi seperti stroberi dan pandan. Minuman soya menggunakan bahan pokok kedelai yang ada di Desa Ngerangan. Dengan aneka macam makanan yang berbahan kedelai tersebut, banyak orang yang mengantri untuk membeli dan sarapan di angkringan kami” kata Siti kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo saat ditemui setengah promosi.

Baca Juga:  Warga Klaten Joko Widodo Terharu Divaksin di Depan Presiden

Diceritakan angkringan Kampoeng Kedelai sendiri diadakan untuk menyiasati agar organisasi ibu-ibu PKK tidak vakum. Tapi selama PPKM, kegiatan Kampoeng Kedelai sempat terhenti.

“Menu terbaik yang dijual di angkringan Kampoeng Kedelai seperti susu kedelai, peyek, bakmi, nasi gudang dan tiwul. Ide nama Kampoeng Kedelai muncul karena hasil bumi kebanyakan tanaman kedelai. Jadi Kampoeng Kedelai ini kerja sama TP PKK dan Bumdes desa. Untuk angkringan Kampoeng Kedelai pada hari Sabtu dijaga oleh 2 orang dan hari Minggu dengan 3 orang. Harapan ibu-ibu PKK Kampoeng Kedelai kedepannya lebih maju dan dikenal luas oleh masyarakat. Terpenting ibu-ibu PKK Ngerangan dengan Kampoeng Kedelai punya penghasilan sendiri” pungkasnya saat bercerita.

Penulis Tim Pemberitaan Dinas Kominfo
Editor Joko Priyono.

telah dibaca: 186 kali

Comments are closed.