Angka Stunting Klaten Masih 10,6 Persen, Dituntut Intervensi Lebih Serius

KLATEN- Pemerintah Kabupaten Klaten bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten mengadakan rembuk aksi percepatan penurunan stunting di Pendopo Setda Kabupaten Klaten Selasa (06/04/2021). Selaku narasumber Bupati Klaten Sri Mulyani menyampaikan rembuk stunting dilakukan sebagai komitment pemerintah daerah Kabupaten Klaten dalam rangka melakukan intervensi dan penetapan kebijakan penurunan stunting secara menyeluruh dan terintegrasi di Kabupaten Klaten.
“Stunting di Kabupaten Klaten termasuk kategori tinggi yaitu berdasarkan tahun 2020 yaitu 8407 balita atau sekitar 10,6 % balita yang menderita stunting.Karena adanya pembatasan sosial karena pandemi Covid-19, maka berhentinya kegiatan posyandu, kelas ibu hamil, kelas balita, PAUD, PKB, dan kegiatan lainnya di tingkat desa Sehingga pemantauan pertumbuhan dan perkembangan terpaksa berhenti ” ungkapnya
Ia juga menyampaikan perlu dilakukan komitment bersama agar penanggulangan stunting di Kabupaten Klaten ini dapat dilakukan terus menerus dan berkisinambungan. Usai memberikan materi dan membuka acara kemudian Sri Mulyani melakukan penandatangan komitmen pemangku kebijakan dalam penurunan stunting bersama Ketua DPRD Kabupaten Klaten Hamenang Wajar Ismoyo , Ketua TP PKK Klaten Endang Yoga Hardaya, Kepala Dissosp3akb Muh. Nasir dan Dokter Felicia.
.
Selain itu Cahyono Widodo melaporkan kegiatan rembuk aksi percepatan penurunan stunting diikuti oleh peserta 349 pesarta Lokasi fokus (lokus) Stunting yang terdiri dari 77 orang Lokus stunting yang hadir di Pendopo dan 272 di Kecamatan Lokus Stunting melalui zoom meeting.
“Tujuan kegiatan hari ini membangun komitmen para pengambil kebijakan dan stakeholder tingkat kabupaten untuk merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi intervensi – intervensi yang spesifik dalam menurunkan stunting dengan cara mengurangi anak gagal tumbuh pada generasi penerus di Kabupaten Klaten” ujarnya
Ia juga menyampaikan dalam menurunkan stunting bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Klaten khusus pemberian edukasi bagi calon pengantin, Tim Penggerak PKK yaitu membuat baby cafe, program smart tablet dan aksi Bergizi.
“Untuk mengawal program ibu, bayi, dan balita dinas kesehatan mengemas dalam program kegiatan (Waskita) Wajib awasi bersama kesehatan ibu, bayi, dan balita yang sangat sejalan dengan program menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan angka kematian maternal. Kemudian didalam menurunkan angka stunting mengemas dalam kegiatan (Seruling Bambu) Seribu, Serbu dan buru Stunting, bekali anak menjadi bibit unggul. Harapan kami dengan dua inovasi yang akan kami laksanakan kesehatan ibu, bayi dan balita akan semakin membaik” pungkasnya

Baca Juga:  Semangat Mencari Tuhan Warga di Lembah Girpasang Kala Ramadhan

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 50 kali

Comments are closed.