ANRI Gelar Bimtek Srikandi Bagi 59 OPD di Pendopo Klaten

KLATEN – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) secara langsung memberikan bimbingan teknis Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau Srikandi bagi organisasi perangkat Pemkab Klaten. Hal ini merupakan implementasi penggunaan arsip elektronik di dalam kinerja Pemkab Klaten.

Kegiatan bimtek aplikasi Srikandi digelar di Pendapa Kabupaten Klaten mulai Kamis (4/11/2021) hingga Jumat (5/11/2021) dan ikuti seluruh OPD di Kabupaten Klaten hingga level kecamatan. Diharapkan melalui kegiatan ini akan terwujud keseragaman dan keterpaduaan pengelolaan kearsipan secara dinamis berbasis elektronik.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Arsip Nasional Republik Indonesia, Desi Pratiwi mengatakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi suatu keharusan bagi Pemerintah Daerah dan bersifat segera untuk diterapkan karena perkembangan arus informasi sangat cepat. Aturan tersebut ditindaklanjuti dengan adanya Keputusan Menpan RB Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).

“Visi dan misi SPBE ini adalah terwujudnya SPBE yang terpadu dan menyeluruh untuk mencapai birokrasi dan layanan publik yang berkinerja. Tujuannya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif efisien dan transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Baca Juga:  4.050 GTT/PTT K2 dan Non K2 di Klaten Terima Dana Kesejahteraan

Menurutnya di masa pandemi Covid-19, bagi sebagian besar organisasi pemerintahaan berarti cara kerja yang dimodifikasi dan baru. Pandemi ini ternyata telah menghasilkan tingkat dokumentasi yang belum pernah ada sebelumnya serta peluang unik untuk memastikan bukti penting dari kegiatan pemerintah dan dampaknya pada masyarakat di seluruh negeri serta dapat dilestarikan dan diakses oleh generasi mendatang.

“Tuntutannya pemerintah yang bersih dan transparan dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif. Tuntutan itu ternyata sudah muncul, dengan adanya pandemi Covid-19, yang semula kita berlambat-lambat memasuki ruang elektronik, sekarang kita dipaksa mau tidak mau kita sudah bekerja dari rumah. Tapi kalau arsip kita masih dalam bentuk kertas, tidak memungkinkan kita bekerja secara jarak jauh, penggunaan e arsip ini akan mempercepat dan memudahkan kinerja. Bukan hanya soal arsip namun juga terintegrasi dengan pekerjaan pemerintahan lainnya,” katanya menjelaskan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan dengan adanya transformasi arsip cetak berbasis kertas ke arsip elektronik tersebut, penggunaan arsip pun turut berubah. Yang awalnya dilakukan secara luring (offline) menjadi secara daring (online). Ia berharap dengan penerapan e arsip, turut meningkatkan kinerja perangkat daerah dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Sri Mulyani Panen Padi Rojolele Seluas 6,5 Hektar

“Harapan dari penerapan aplikasi ini adalah proses administrasi tidak berbatas jarak dan waktu, artinya di mana pun dan kapan pun proses administrasi dapat dilakukan,” katanya.

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 54 kali

Comments are closed.