Bakmi Rebus Suwarni Kalikuning Klaten, Jadi Favorit Warga Perantauan

KLATEN – Klaten bersinar sungguh kaya menu kuliner memikat. Salah satu yang mesti para pencinta kuliner coba adalah bakmi rebus Suwarni tepatnya di Dukuh Kalikuning, Ngemplak, Kalikotes, Klaten atau 5 km arah tenggara Kota Klaten.

Konon kabarnya pelanggan banyak dari luar kota. Tidak heran sajian bakmi rebus dengan kuah ayam kampung segar, potongan ayam kampung ditambah sayuran plus topping bawang goreng yang wangi itu jadi kuliner favorit, khususnya warga perantauan yang pulang kampung.

Khasnya bakmi rebus Suwarni adalah dimasak dengan arang. Kata pelanggan citarasanya dimasak dengan arang itu lebih mantap.

Apalagi setelah matang. Disajikan di atas piring turun dari wajan dengan asap yang masih mengepul. Bakmi, potongan daging ayam kampung dan kuah segarnya, sekali disedu dijamin bikin ambyar rasa lapar.

“Pelanggan saya selain warga Klaten juga banyak dari luar kota. Ada dari Solo, Yogyakarta, Boyolali bahkan ada yang jauh-jauh dari Semarang makan di sini. Biasanya mereka warga Klaten yang sukses di perantauan” kata Suwarni (72) pemilik warung makan yang asli warga Kali kuning, Ngemplak, Kalikotes itu saat ditemui (Rabu, 05/01).

Baca Juga:  Hardiknas 2022, Wabup Klaten : Inovasi Pendidikan Untuk Tingkatkan Pembelajaran Siswa

Wanita yang sudah ditinggal wafat suami tersayang beberapa tahun lalu itu mengaku kalau bakmi rebus masakannya bisa jadi obat kangen kampung halaman bagi perantau. Memulai usaha sejak 1992, wanita lanjut usia itu masih terlihat lincah memasak menghasilkan masakan bagi pelanggannya yang gemar kuliner.

“Awalnya kami jualan tahun 1992. Harga bakmi rebus waktu itu adalah 750 per porsi. Seiring waktu sampai sekarang harga menu bakmi rebus di warung makan kami adalah 15 ribu per porsi. Pilihan lain juga ada. Bakmi goreng, nasi goreng atau menu cap cae. Silahkan datang dan kami tunggu kunjungan mulai jam 10.00 sampai 15.00 WIB” katanya.

Kini Suwarni di usianya yang tidak lagi muda masih gesit memasak melayani pelanggan. Dibantu keponakan dan anak perempuannya, kini beliau masih setia menjaga kekayaan kuliner di Klaten.

Teras rumah bekas gempa 2006 persis di tepi jalan Kali kuning tempatnya membuka warung makan tidak berubah. Masih saja sederhana. Tembok bata jadul dengan genteng jawa dengan batang usuk bambu sebagai atap menjadi teman setia.

Baca Juga:  DKPP Klaten Pastikan Kematian Ternak di Desa Tlogowatu Bukan PMK

Jangan salah sangka, dibalik rumah makan bakmi rebus Suwarni Kalikuning yang sederhana, tersimpan citarasa masakan yang sulit dicarikan tandingannya. Silahkan mencoba kalau tdak percaya.

Penulis Joko Priyono Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 207 kali

Comments are closed.