Bupati Klaten Berkomitmen Mengawal Pembangunan Tol Solo-Yogya

KLATEN – Bupati Klaten Sri Mulyani berkomitmen mengawal rencana pembangunan tol Solo-Yogya yang akan dilaksanakan 2020 agar bisa bermanfaat dan mendorong ekonomi warga setempat, khususnya warga Klaten yang terdampak pembangunan tol.
Hal itu disampaikan Bupati Sri Mulyani saat melakukan pengecekan dan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah lokasi dan lahan yang rencananya akan dilalui jalan tol Solo-Klaten-Jogja didampingi tim PT Adi Karya dan pejabat setempat (Selasa, 9/7).
“Saya berharap pada setiap pembahanan pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Klaten, maka Pemkab Klaten juga harus dilibatkan. Sehingga setiap ada perubahan denah, Pemkab Klaten harus tahu karena menyangkut aspirasi masyarakat seperti ganti untung lahan. Sehingga setelah lokasi dan denah ditetapkan Gubernur Jawa Tengah,semua sudah tidak ada permasalahan dan sudah sesuai aspirasi masyarakat. Maka dari itu Pemkab Klaten berkomitmen mengawal pembangunan jalan tol di Klaten sehingga nantinya jalan tol yang akan dibangun benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat” ungkapnya.
Bupati Sri Mulyani menjelaskan luas lahan secara keseluruhan yang akan terkena dampak pembangunan jalan tol melintasi 9 kecamatan dan 45 desa. Pengecekan ini untuk mengetahui secara pasti lokasi mana saja akan terkena pembangunan jalan tol, sehingga setelah pengecekan agar Pemkab Klaten dapat dilibatkan dalam setiap pembahasan jalan tol termasuk jika ada perubahan jalur.
“Tadi pengembang PT Adi Karya dan DPUPR telah menunjukkan lokasi mana lokasi jalan tol di Klaten yang nantinya akan digunakan rest area dan exit tol. Kemudian juga untuk menampung aspirasi warga seperti di rencana rest area di Beku, Karanganom karena banyak pemukiman dan makam kuno maka diusulkan agar dipindah namun tetap rest area diusulkan dibangun di Beku Karanganom dan rest area kedua di Karangnongko” jelasnya.
Bupati Klaten juga menjelaskan ada dua setelah revisi yang baru exit tol ada tiga dan yang ketiga di Borangan Manisrenggo yang nantinya ada dua kaki yakni satu kaki ke Borangan dan satunya ke Somokaton, Jogonalan. Kemudian untuk di Ngawen yang kena dampak SD IT dan SMP namun pihak sekolah tidak keberatan asalkan dibangunkan pengganti yang lebih bagus.
Sedangkan terkait Sepadan sumber mata air harus 200 meter dan jalan tol yang mengenai sumber mata air, Bupati Sri Mulyani berharap untuh dipindahkan dan pihak pengembang menyetujui.
“Jalan tol di Klaten akan melintasi tiga sumber mata air seperti di Desa Ngrundul, Kecamatan Kebonarum namun jaraknya kurang dari 200 meter, maka harus digeser sehingga jangan sampai pembangunan jalan tol jangan membawa dampak rugi karena sumber mata air dimanfaatkan PDAM untuk sumber air minum” jelas Bupati Sri Mulyani

telah dibaca: 103 kali

Bagikan melalui:

Comments are closed.