Camat Tomisila Rela Menginap di Isopus Demi Menunggui Pasien Covid yang Isoman

KLATEN – Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang lanjut ke PPKM lewel 4 sampai 2 Agustus 2021 mendatang menjadi kerja keras jajaran Pemkab Klaten. Salah satunya adalah Camat Karangdowo, Klaten Tomisila Adhitama. Tidak saja memantau kepatuhan masyarakat atas protokol kesehatan, pria 46 tahun ini juga harus menjaga warganya yang menjalani isolasi terpusat di Desa Pugeran, Karangdowo.
Bahkan tak tanggung – tanggung, demi menjaga keselamatan warga, Camat Tomi, demikian pria ini akrab disapa, rela berhari-hari rela menginap di kompleks isolasi terpusat untuk menunggui warganya.
“Sejak diberlakukan PPKM darurat 3 Juli 2021 lalu mungkin sudah lebih sepuluh hari saya harus menginap di kompleks isolasi terpusat Pugeran. Mengantar buah, makanan dan minuman untuk pasien covid 19 biasa saya lakukan sendiri. Tapi ya tetap prokes. Alhandulillah anak-anak dan istri tidak protes banyak waktu saya tinggalkan di rumah untuk bertugas di lapangan. Keluarga saya sangat support dan mengerti tugas saya sebagai pengayom masyarakat” terang Tomi saat dikonfirmasi (Selasa, 27/07).
Menurut ayah tiga anak yang tinggal di Griya Sakinah, Kerun Baru, Belangwetan, Klaten Utara, Klaten ini mengaku hanya sebentar pulang ke rumah untuk mempersiapkan baju ganti dan bekal yang dibutuhkan. Untuk komunikasi dengan keluarga dilakukan dengan telepon jika sangat penting.
“Magrib itu biasanya saya pulang sebentar ke rumah untuk mempersiapkan bekal. Saat ini di isolasi terpusat Pugeran ada 10 pasien yang terkonfirmasi covid 19. Sedangkan daya tampung ada 24 tempat tidur. Isolasi terpusat ini disokong atas semangat gotong – royong kepala desa dan potensi masyarakat. Di sini kepala desa kompak. Untuk kenyamanan pasien selama melakukan isolasi terpusat, pemerintah setempat menyediakan televisi untuk hiburan, buah, makanan ringan dan makan rutin tiga kali. Di sela-sela itu kalau malam hari, kami bersama jajaran Forkompinca terus melakukan patroli dan pemantauan malam” tambahnya.
Pria lulusan STPDN angkatan 1997 itu menuturkan kalau kondisi covid 19 di Karangdowo sudah mulai menurun, tapi dinilai belum aman.
“Angka penularan covid 19 di Karangdowo sendiri mulai menurun, tapi kondisinya belum aman. Masih membutuhkan kewaspadaan dan kepatuhan warga dalam menjalankan protokol kesehatan. Di sini yang sakit terutama menjangkiti orang-orang yang sudah tua. Harapan saya dari pemerintah kabupaten dan kecamatan bisa lebih bersinergis dalam menekan penyebaran covid 19. Di lapangan kebutuhan sarana untuk pemulasaraan jenazah covid sering habis untuk bisa dibantu. Bagi kami hal tersebut urgen” pungkas.
Penulis Joko Priyono Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

Baca Juga:  Warga Klaten Joko Widodo Terharu Divaksin di Depan Presiden

telah dibaca: 293 kali

Comments are closed.