Contoh Kebersamaan, Warga Tionghua Terlihat Indah Berbusana Jawa

KLATEN – Ternyata perbedaan bisa melahirkan kebersamaan yang indah. Melalui Karnaval Budaya dalan rangka HUT Ke-215 Kabupaten Klaten sekaligus HUT RI Ke-74 di sepanjang Jalan Protokol Klaten, masyarakat Klaten belajar memaknai indahnya perbedaaan dan kebersamaan itu ketika warga Tionghua lebur dalam budaya Jawa mengenakan busana kejawen (Ahad, 18/08).
Perbedaan budaya dan latar belakang itu menyatu dalam semangat kebangsaan di momen peringatan kemerdekaan RI. Tampilan rombongan karnaval warga Tionghua sempat mencuri perhatian ribuan penonton di antara 37 kontingan lain di acara karnaval budaya Klaten. Tepuk tangan gemuruh penonton menyambut setiap langkah iring-iringan peserta karnaval warga Tionghua yang bergabung di Paguyuban Darma Bakti Klaten di ajang Karnaval Budaya. Bahkan Bupati Klaten Sri Mulyani pun rela turun dari panggung kehormatan memberikan apresiasi dengan selfi bersama rombongan.
“Terima kasih keluarga Darma Bakti Klaten. Selfi dulu yuk” ajak Bupati Klaten Sri Mulyani sambil menuruni tangga kehormatan. Tanpa canggung peserta karnawal dari Paguyuban Darma Bakti Klaten yang beranggotakan komunitas Tionghua di Klaten berswafoto bersama Bupati Klaten disaksikan tamu undangan dan ribuan pandangan mata warga Klaten yang menonton tepat di panggung kehormatan depan Rumah Dinas Bupati.
Ketua Darma Bakti Klaten, Yoyok saat wawancara dengan pelaku media menyatakan sangat antusias mengikuti acara karnaval budaya.
“Kami dari Paguyuban Darma Bakti Klaten sudah tiga berturut-turut andil di acara karnaval budaya peringatan HUT RI sejak 2017. Anak-anak dan keluarga kami bisa belajar menggenakan busana kejawen dan tampak indah berbusana Jawa. Demi kebersamaan tidak masalah berkejawen” kata Yoyok.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Klaten Amin Mustofa menjelaskan konsep karnaval budaya momen HUT RI dan HUT Kabupaten Klaten 2019 adalah keanekaragaman dalam kebersamaan.
“Lebih utama dari rangkaian peringatan HUT RI dan HUT Kabupaten Klaten 2019 adalah merajut kebersamaan. Perbedaan-perbedaan anak bangsa ini yang harus dijaga. Seperti pesan amanat sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Upacara Detik-Detik Proklamasi kemarin, dikatakan bangsa Indonesia tak ubahnya sapu lidi harus dijaga jangan sampai ambyar. NKRI tidak boleh ambyar, Jawa Tengah tidak boleh ambyar, Klaten pun tidak boleh ambyar” tambah Amin

karnaval budaya (4)
karnaval budaya (2)

telah dibaca: 58 kali

Comments are closed.