Dapat Ganti Rugi Tol, Bupati : Belikan Sawah Baru

Klaten – Proses ganti rugi lahan terdampak proyek strategis tol Solo-Jogja di Kabupaten Klaten masih berlangsung. Banyaknya lahan pertanian produktif yang terkena dampak tol, menjadi sorotan Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Sri Mulyani menilai jumlah uang ganti rugi lahan terdampak pembangunan tol Solo-Jogja cukup besar dan bisa digunakan untuk membeli lahan pertanian atau sawah yang baru.

“Lebih baik dibelikan sawah baru, sehingga masih bisa bertani dan produktif. Karena sawah yang terdampak tol tidak akan kembali, hilang, karena sudah berganti fungsi. Kalau dibelikan sawah, yang petani tetap bisa bertani, tetap bisa panen. Sehingga Klaten yang terkenal sebagai lumbung padi tidak luntur,” paparnya, Senin (22/3/2021).

Ia berpesan warga yang lahannya terdampak proyek nasional ini untuk bijak dalam memanfaatkan uang ganti rugi yang diterima. Di antaranya dengan tidak membelanjakan uang ganti rugi tersebut dengan hal yang bersifat konsumtif. Imbauan ini disampaikan Sri Mulyani lantaran berkaca pada ramainya pemberitaan masyarakat di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban yang memborong mobil mewah setelah mendapatkan ganti rugi dari proyek Pertamina. Sri Mulyani tidak ingin warga Klaten yang mendapatkan uang ganti rugi tol Solo-Jogja yang nilainya tidak sedikit menjadi masyarakat yang konsumtif.

Baca Juga:  Talk Show Virtual, Special Hari Kartini "Perempuan Di Garda Depan Pembangunan"

Bupati Klaten mengatakan pemberian uang ganti rugi antara satu daerah dengan daerah lain bakal berbeda. Meski berbeda, diharapkan seluruh warga terdampak jalan tol Solo-Jogja dapat menerima UGR yang sudah ditetapkan oleh tim appraisal.

Data Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten menyebutkan jumlah luas sawah di Klaten yang terdampak pembangunan tol Solo-Jogja sekitar 375 hektare atau mencapai 4.000 bidang. Jumlah tersebut sekitar 1,2 persen dari total luas sawah di Kabupaten Klaten. Sementara nilai uang ganti rugi lahan berbeda di tiap bidangnya berdasarkan lokasi.

Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 183 kali

Comments are closed.