Diduga Dipaksa Mengemis, Tiga Anak Terjaring Operasi Penertiban

KLATEN – Selain gencar melaksanakan penegakan protokol kesehatan selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, tim penertiban Satuan Polisi Pamong Praja Klaten juga aktif melakukan operasi penertiban kelompok pengemis, gelandangan dan orang terlantar alias PGOT (Selasa, 19/01/2020). Tim operasi yang terdiri 10 personil itu berhasil mengamankan 3 bocah yang meminta-minta di jalanan dan seorang pengamen umur dewasa dari titik lokasi Pertigaan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Soeradji Tirtonegoro sampai pertigaan menuju Stasiun Prambanan, Klaten.
Ketiga bocah berdasarkan informasi petugas masih bersekolah dan ditengarai diminta oleh orang tuanya untuk mengemis di jalanan.
“Kami mengamankan anak – anak yang sepertinya masih usia sekolah dasar tapi meminta-minta di jalanan. Saat ini orang tuanya kami panggil untuk dimintai keterangan. Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan, ketiga anak itu disuruh oleh orang tuanya” terang Pelaksana Tugas (Plt) Satpol PP Klaten Rabiman kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Klaten (Selasa,19/01/20).
Ia menambahkan saat ini anak jalanan dan pengamen itu ditempatkan di rumah singgah Gondang Winangun dibawah pengelolaan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Klaten melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan atau TKSK untuk mendapatkan pembinaan dan pengasuhan.
Rabiman mengaku personil Satpol PP terpaksa tidak Work From Home. Masa PSBB ini secara bergantian petugas pulang jam 14.00 WIB dan melaksanakan tugas operasi malam.
“PSBB ini kami harus pandai mengatur personil. Selain operasi penegakan protokol kesehatan dengan jajaran TNI/ Polri dan petugas lain kami juga menegakan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2013 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan atau K3” ungkap Rabiman.

Penulis Joko Priyono Dinas Kominfo Klaten

telah dibaca: 43 kali

Comments are closed.