DPRD Kabupaten Klaten mendukung penuh penanganan sampah di Klaten

Klaten — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klaten meminta agar pengadaan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, setidaknya mencapai 20 hektare. Namun, hingga 2017, lahan yang tersedia baru 7,5 hektare.

DPRD Klaten mengklaim setiap tahun setidaknya menganggarkan Rp 5 miliar untuk pengadaan lahan TPA Troketon sejak 2012. Namun, hingga 2016 baru teralisasi 5 hektare dan bertambah jadi 7,5 hektare pada 2017.

“Kami ingin lahan TPA semaksimal mungkin. Paling enggak 20 ha-30 ha seperti di kota lain. Persoalan sampah kalau enggak diurus dari awal, salah satunya untuk mengurus TPA, bisa jadi masalah di mana pun. Sampah yang awalnya dibuang di lahan masing-masing, karena dibangun rumah, kini jadi urusan pemerintah,” kata Ketua DPRD Klaten, Agus Riyanto, saat ditemui wartawan di sela-sela kunjungannya ke TPA Troketon, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Rabu (3/1/2018).

Menurut Agus, DPRD Klaten siap mendukung pemerintah kabupaten soal penanganan sampah di Klaten. DPRD siap menyetujui berapa pun anggaran yang dibutuhkan Pemkab. Tak hanya itu, ia berharap TPA Troketon bisa segera dioperasikan tahun ini.

“Tahun ini harusnya sudah operasional. Ini hanya kurang pelaksanaannya. Secara umum siap mengolah sampah,” terang dia.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Klaten, Bambang Sigit Sinugroho, mengatakan TPA Troketon bakal beroperasi tahun ini. Kendati beroperasi bukan berarti operasional TPA Candirejo dihentikan. Kontrak sewa lahan TPA Candirejo oleh Pemkab Klaten berakhir tahun ini.

“TPA Candirejo tetap jalan kendati Troketon juga beroperasi. Katanya tahun ini habis [kontraknya], tapi enggak tahu apakah diperpanjang atau tidak. Belum ada pembahasan soal itu,” ujar Bambang

Sumber

telah dibaca: 34 kali

Bagikan melalui:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *