dr. Ronny Roekmito, M.Kes., dari Gemar Komik sampai Rajin Bermedia Sosial

KLATEN – Usia boleh menjelang pensiun, tapi semangat belajar tak pernah surut. Tak heran, pejabat yang satu ini biarpun dibesarkan di dunia kesehatan, tapi wawasannya dibidang pemerintahan tidak bisa diragukan. Ya, dia adalah dr. Ronny Roekmito, M.Kes. Memangku jabatan sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1982 ini paling getol membaca dan aktif di dunia maya dengan media sosial.

“Saya berusaha selalu sempatkan membaca minimal satu jam sehari. Buku tentang pemimpin militer saya punya koleksinya. Dari Kiki Syahnakri, LB Murdani, Presiden Sukarno, sampai Presiden Soeharto. Termasuk komik karya Ko Phin Ho sampai cerita Pendekar Bukit Menoreh. Kadang saya harus blusukan ke toko – toko untuk mendapatkan komik edisi terbaru” cerita Ronny saat mengisi acara Sosialisasi PPID di hadapan para Sekretaris Desa beberapa waktu lalu di Widoro Angkringan Klaten.

Hobinya membaca buku tak surut hingga usianya menjelang 60 tahun. Bahkan pandangan dan pemikiran yang visioner mampu membuka cakrawala generasi masa kini untuk tanggap dan sigap mengambil keputusan dimasa sulit.

“Sering birokrasi itu terbelenggu oleh budaya kerja dan standar operasional yang kaku. Tidak masalah hal itu dilakukan jika didasarkan aturan yang berlaku. Tapi yang tak kalah penting adalah etika birokrasi. Pintar boleh termasuk penguasaan teknologi informasi dan komunikasi terkini, tapi adab dan kesopanan itu adalah etika yang lebih tinggi yang harus dimiliki birokrat saat ini. Kalau tidak dijaga etika itu, akan mengganggu keharmonisan relasi kerja. Itu penting” pesan pria yang juga gemar puisi ini.

Baca Juga:  Disparbudpora Klaten Pindahkan Artefak Asal Karangnongko Ke Monumen Juang

Terkait media sosial, Ronny mengaku sangat aktif terutama harus menghadapi para hater yang banyak menyerang di akun Twitter nya di @ronnyroekmito. Media sosial pemerintah juga harus aktif menyampaikan pesan – pesan pemerintah sehingga informasi itu lebih dekat dan bernilai.

“Saya pernah menjawab chart Twitter itu sampai hampir jam 02.00 WIB dini hari. Kalau mereka tersudut, biasanya terus WA. Tidak apa. Tapi kini saya jadi terbantu dengan adanya admin medsos OPD. Yang penting sekarang admin OPD itu aktif dan terus belajar mengubah data menjadi informasi. Rumusnya seperti membuat skripsi atau tesis. Masalah biar bagus, nanti tinggal konsultasi dengan teman-teman Kominfo yang sudah biasa membuat narasi” ungkapnya.

Penulis Joko Priyono Dinas Kominfo Klaten

telah dibaca: 111 kali

Comments are closed.