Empat Kali Jebol, Tanggul Karangasem Akan Dibangun Permanen

KLATEN- Setiap musim penghujan, perasaan was-was selalu menghantui para petani di Desa Karangasem, Cawas, Klaten. Pasalnya lahan pertanian mereka kerap merugi dan gagal panen karena tergenang banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Gamping. Mengetahui kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Klaten telah berkordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) agar segera dibangun tanggul permanen.

Bupati Klaten Sri Mulyani berharap agar tanggul permanen di Kecamatan Cawas pada tahun ini segera dibangun, agar tidak jebol lagi.

“Kemarin saya sudah menandatangani dan mengusulkan pada BBWS insyaallah tahun ini akan dibangun walaupun tidak secara keseluruhan sepanjang tanggul itu, tapi akan ada action dari BBWS atas usulan kepala desa, nanti akan akan bangun permanen yang menjadi titik jebol itu, sementara itu akan dibangun” terang Bupati Klaten Sri Mulyani saat menemui perwakilan petani di Desa Karangasem, Cawas pada Selasa siang (5/5/20)

Hingga bulan Maret 2020, tercatat sudah ada empat kali tanggul sungai jebol dan menggenangi lahan pertanian padi yang saat itu baru ditanam dengan usia 1-2 bulan. Saat itu, perbaikan tanggul sementara dilakukan dengan menggunakan karung pasir dan beronjong kawat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Camat Cawas (5/5/20), setidaknya ada 35 hektar luas sawah yang terdampak, yang diantaranya terletak di Desa Karangasem. Saat ini para petani telah menanam padi lagi dan sudah memasuki usia tanam satu bulan.

Mendengar bahwa Bupati Klaten telah mengusulkan tanggul permanen ke BBWS , Giyanto (46) salah satu petani di Desa Karangasem mendukung langkah tersebut. Biasanya setiap masa panen dirinya memperoleh pendapatan dari panen sekitar 7 juta rupiah, namun dengan adanya tanggul jebol beberapa kali tersebut dirinya merugi.

“Harapan kedepan mugi mboten wonten banjir malih, tanggul mbothen jebol. Supados masyarakat, petani sejahtera (harapan kedepan semoga tidak ada banjir lagi dan tanggul tidak jebol. Supaya masyarakat petani sejahtera)” ungkap Giyanto ketika ditemui.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 106 kepala keluarga yang merupakan petani terdampak tanggul jebol tersebut turut mendapatkan bantuan beras. Bantuan beras sebanyak 1,86 ton diserahkan Bupati Klaten yang disalurkan melalui kepala desa. Rencananya setiap kepala keluarga petani yang terdampak tanggul jebol tersebut akan memperoleh beras sekitar 15 kg. Bupati Klaten berharap agar bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban petani yang terdampak akibat tanggul jebol.

Penulis Dinas Kominfo Klaten.

telah dibaca: 166 kali

Comments are closed.