Furniture Klaten Mengalami “Over Stock”

KLATEN- Akibat pandemi covid 19 hampir sepuluh bulan terakhir dirasakan cukup berat bagi para pengusaha furniture di Klaten. Salah satu kendala yang dialami adalah masalah pemasaran. Akibatnya produksi furniture nya mengalami over stock alias menumpuk di gudang.

Pengakuan itu disampaikan Kasiman (49) pemilik UD Waris Jati asal Gombangrejo, Manding, Trucuk, Klaten saat dikunjungi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki didampingi Penjabat Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko (5/12) Sabtu pagi.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki ditengah kesibukanya mengunjungi beberapa Koperasi yang ada di Kabupaten Klaten. Teten medatangi Unit Kecil Menengah (UKM) UD. Waris Jati pada Sabtu (05/12/2020) yang berlokasi di Jombangrejo, Mandong, Trucuk, Klaten.

“Harapan kami pandemi bisa segera terlewatkan dan order yang akan datang bisa berjalan lagi seperti sedia kala. Bisa kirim ke Wonosobo, Temanggung, Purworejo, Cilacap” kata Kasiman kepada Tim Pemberitaan Dinas Kominfo (5/12).

Ia menerangkan kalau usaha nya saat ini mengalami over stock. Kasiman berharap ada upaya pemerintah untuk membantu pemasaran.

Menanggapi keluhan para pelaku usaha furniture ini Menteri Teten Masduki telah menyiapkan program gerakan membeli produk dalam negeri. Hal ini untuk mengatasi lesunya pasar luar negeri.

“UKM UD (Usaha Dagang) Waris Jati saat ini mengalami over stock furniture sekolah akibat pandemi Covid-19. Kami akan mengusulkan adanya program rakyat berproduksi, negara membeli” jelas Teten Masduki.

Disela – sela kunjungan nya, Teten Masduki didampingi Penjabat Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko menyempatkan duduk di atas furniture berupa meja sekolah. Meja terbuat dari kayu jati itu menjadi salah satu produk UD Waris Jati. Sebelum meninggal kan lokasi Menteri Teten Masduki dan Sujarwanto menyempatkan foto bersama tetap dalam protokol kesehatan usai berdialog dengan pelaku usaha.
.
Penulis Tim Pemberitaan Diskominfo Klaten

telah dibaca: 94 kali

Comments are closed.