Hati-Hati, Akun Palsu Atas Nama Bupati Klaten Disalah-gunakan Untuk Penipuan

KLATEN – Warga masyarakat Klaten harus ekstra hati-hati menanggapi akun whatshapp yang tidak dikenal. Apalagi modusnya akan memberi bantuan dengan syarat harus mentranfers dana terlebih dahulu. Kasus penipuan bermodus transfer dana itu terjadi di Desa Randusari, Prambanan, Klaten.

Kasusnya pelaku menggunakan foto profil Bupati Klaten Sri Mulyani untuk meyakinkan korban. Pelaku mengabarkan telah mengirim bantuan untuk membantu pembangunan tempat ibadah senilai 20 juta. Pesan pelaku 10 juta untuk pembangunan masjid dan masing-masing 5 juta untuk panti asuhan. Tapi korban selanjutnya diminta mentransfer ke rekening pelaku senilai 15 juta.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Prambanan Puspa Enggar Hastuti saat dikonfirmasi (Selasa, 10/08) membenarkan kasus tersebut. Saat ini korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Prambanan.
“Benar kalau telah terjadi kasus penipuan bermodus transfer dana di Desa Randusari, Prambanan. Tadi malam korban telah melaporkan kepada petugas kepolisian di Polsek Prambanan dan berlanjut ke Polres Klaten. Kerugian korban adalah 15 juta dan telah ditransfer ke rekening pelaku melalui bank. Pelaku menggunakan aplikasi whatshap dan menggunakan profil Bupati Klaten. Korban menuruti saja keinginan pelaku dan baru sadar ketika uang di kas tabungannya berkurang” jelasnya.

Menanggapi kasus tersebut Kepala Dinas Komunikasi Informatika Klaten Amin Mustofa mengingatkan seluruh warga Klaten untuk lebih hati-hati dan waspada. Karena kasus dan modus penipuan untuk transfer dana pembangunan tempat ibadah dan menggunakan foto profil Bupati Klaten ini bukan kali pertama terjadi.

Baca Juga:  Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal, Lewat Wayang Kulit 

“Saya minta warga tidak mudah percaya pada pengakuan orang melalui aplikasi apa pun, khususnya whatshap. Apalagi nomornya tidak dikenal dan pelaku minta transfer dana. Ini modus lama sebetulnya dan bukan kali pertama terjadi. Modus penipuan lain itu misalnya mengabarkan menang undian. Lalu korban diminta untuk tranfer dana. Jadi warga harus hati-hati saja. Kalau harus mentransfer dana dengan dalih akan memberi bantuan atau dapat undian, yakinilah bahwa itu modus aksi tipu-tipu dan jangan dilayani” pungkasnya.

Penulis Joko Priyono Dinas Kominfo Klaten

telah dibaca: 194 kali

Comments are closed.