Hati-Hati, Banyak Dijual-belikan Garam Tak Layak Konsumsi

KLATEN – Masyarakat harus lebih berhati-hati membeli dan mengonsumsi garam, biarpun sudah bertuliskan mengandung yodium. Pasalnya masih banyak beredar garam di pasaran beryodium rendah dan tidak memenuhi standar konsumsi.
Hasil pemantauan dan pengawasan peredaran garam oleh Tim Pelaksana Penanggulangan Masalah Gizi yang terdiri dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Satpol PP, Polres Klaten, Bagian Perekonomian, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Bagian Kesra, Bagian Hukum dan Bagian Humas Klaten di sejumlah pasar tradisional (Selasa, 30/07) di di lima pasar tradisional yakni Pasar Babad Trucuk, Pasar Sidoarjo Bayat, Pasar Tempursari, Pasar Kota Klaten dan Pasar Srago menunjukan masih banyak garam beryodium rendah beredar di pasaran.
“Konsumen harus hati-hati dalam membeli garam. Karena saat sidak ditemukan ada garam yang kadar yodiumnya rendah. Bila tubuh kekurangan zat yodium dapat mengakibatkan penyakit pembesaran kelenjar Thyroid alias gondok. Selain itu juga mengganggu perkembangan intelegensia dan kecerdasan anak serta pertumbuhan tubuh yang tidak normal”kata Analis Gizi Dinas Kesehatan Klaten Anis Sih Retno saat meninjau di lokasi Pasar.
Salah satu tim gabungan lainnya Fembri Armoko dari Aprogakob Kabupaten Pati mengatakan, ada satu merk garam yang dijual yang kadar yodiumnya kurang dari ketentuan pemerintah.
“Garam beryodium yang memenuhi syarat konsumsi layaknya mengandung komponen- komponen utama Natrium Clorida (NaCI) minimal 94,7%, air laut maksimal 5% dan mengandung yodium berkisar antara 30-80 part per million (ppm). Kandungan yodium berkisar 30 sampai 80 miligram yodium dalam 1 kg garam serta mengandung senyawa-senyawa lainnya. Hal ini penting agar garam beryodium dimaksudkan untuk mencukupi kebutuhan tubuh manusia” tegasnya

telah dibaca: 62 kali

Comments are closed.