Hati-Hati Tangani Limbah Infeksius Covid-19

KLATEN– Dalam menangani limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) infeksius utamanya Covid-19 memerlukan penanganan khusus dan hati-hati. Pembekalan dan arahan pada insan fasilitas layanan kesehatan dalam pengelolaan limbah tersebut diperlukan agar meminimalisir resiko.

Guna mendukung langkah tersebut, diadakan sosialisasi penanganan limbah B3 infeksius Covid-19 pada tenaga di fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Klaten, Selasa (23/6/20) lewat teleconference.

“Adanya limbah B3 infeksius covid-19 yang tidak tertangani dengan baik bisa berpotensi menjadi episentrum penyebaran covid-19 selanjutnya. Sosialisasi diperlukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam penanganan limbah infeksius” terang Direktur Pengelolaan Limbah B3 Kementrian LHK RI, Yun Insiani

Dikatakanya, bahwa dalam pengelolaan limbah B3 pada fasilitas layanan kesehatan, Kementrian LHK RI sudah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 54 Tahun 2015, dan Surat Edaran Nomor SE.2/MENLHK/PSLB/PLB.3/3/2020 tentang pengelolaan limbah infeksius LB3 dan sampah rumah tangga dari penanganan Covid-19.

Limbah B3 infeksius dari fasyankes, imbuhnya, dapat berdampak besar pada kesehatan dan lingkungan. Limbah yang dikelola tersebut harus dilakukan pemilahan yang tepat dan sesuai prosedur.

Terangnya, ada prosedur dalam pengolahan limbah tersebut yang saling dikoordinasikan baik dengan Dinas LHK maupun Pemerintah Daerah setempat. Tahapan tersebut meliputi pengurangan dan pemilahan, pewadahan dan penyimpanan, pengangkutan, pengolahan dan penguburan.

Sebagai informasi, terkait dengan pengelolaan limbah B3 di Kabupaten Klaten, sudah memiliki Peraturan Daerah No 23 Tahun 2018.

Direktur RSD Bagas Waras, Limawan Budiwibowo mengungkapkan bahwa instansinya sebagai rumah sakit yang menangani Covid-19 juga mengelola limbah B3 Infeksius dengan turut menggandeng pihak yang memiliki izin resmi dalam mengelola.

“Dengan 12 ruang isolasi Covid-19 dan 5 ruang non Covid-19, limbah dari ruangan perawatan isolasi Corona diperlakukan sebagai limbah B3 infeksius Covid-19. Limbah domestik ruang lainnya, tetap diperlakukan sebagai limbah domestik dan dikelola dengan kerjasama dinas terkait” terangnya

Dengan adanya sosialisasi pada petugas di fasyankes dan jajaran ASN di Dinkes dan DLHK Klaten, Sekda Kabupaten Klaten mengungkapkan bahwa penanganan limbah B3 infeksius Covid-19 menjadi perhatian serius dari Pemkab Klaten.

“Limbah B3 infeksius Covid-19 merupakan salah satu tantangan terbesar sehari-hari yang dihadapi oleh penyedia layanan kesehatan di Kabupaten Klaten dalam menangani kasus Covid-19 ini”ungkap Sekda Klaten

Sebagai informasi, acara ini terselenggara dengan dukungan dari Kementrian LHK RI dan Anggota Komisi IV DPR RI. Selain itu turut diserahkan secara simbolik oleh Anggota DPR RI, Sunarna, berupa bantuan kendaraan sepeda motor desinfektan kepada RS Rujukan Covid-19. Diikuti oleh Kepala DLHK Klaten dan jajarannya, Dinas Kesehatan Klaten beserta kepala puskesmas,dan RSD Bagas Waras (Diskominfo Klaten)

telah dibaca: 51 kali

Comments are closed.