Inilah Waktu Yang tepat Untuk Tidur di Saat Puasa

KLATEN – Puasa tidak boleh mengurangi produktifitas kita dalam bekerja. Justru pola makan yang sangat teratur itu akan membuat stamina tubuh menjadi lebih kuat dan tidak mudah sakit. Sebab disabdakan Nabi Muhammad SAW kalau puasa itu menyehatkan.

Tapi tak jarang orang puasa itu bawaanya mengantuk. Hal itu wajar karena tidur kita menjadi sangat terbatas. Maka langkah yang adil kita juga harus mengistirahatkan tubuh dengan tidur yang tepat.
Dicontohkan Nabi Muhammad SAW kalau tidur yang tepat adalah sejenak sebelum datang waktu sholat duhur. Itu yang sering dilakukan Nabi. Tidak terlalu lama sekitar 20 sampai 30 menit saja kita tidur untuk mempersiapkan raga kembali fit beribadah dan bekerja.

Mengistirahatkan badan dari tidur menjadi bagian menjaga kesehatan. Fisik itu pun ada batasnya untuk beristirahat agar ada jeda untuk pemulihan dan membangun kembali metabolisme tubuh. Maka gaya hidup begadang dan beraktifitas sampai larut malam menjadi kebiasaan yang tidak dianjurkan.
Kalau malam tiba, istirahatkan badan sebelum pukul 23.00 WIB. Atau bersegeralah beristirahat jika tidak ada alasan penting beraktifitas di waktu malam.
Tapi ada waktu yang tidak dianjurkan untuk tidur. Bukan saja tidak ada manfaatnya, tidur yang tidak tepat justru mengundang banyak penyakit.

Baca Juga:  Kendaraan Dinas Wajib Parkir Saat Libur Lebaran

Nabi Muhammad SAW tidak menganjurkan dua waktu ini untuk tidur. Yakni setelah salat ashar dan salat subuh. Sebab tidur setelah salat ashar akan menurunkan daya tahan tubuh. Sedangkan tidur di waktu setalah salat subuh menyebabkan kepikunan dini. Maka memilih waktu tidur yang tepat menjadi perhatian yang penting. Selanjutnya pilihlah waktu tidur yang tepat.

Penulis Joko Priyono Dinas Kominfo Klaten

telah dibaca: 110 kali

Comments are closed.