Inklusi Center Karanganom Kecamatan Jadi Percontohan Penanganan Difable

Klaten – Kamis (21/04) di halaman kantor kecamatan Karanganom kabupaten Klaten diselenggarakan Launching (peluncuran) Inklusi Center. Peluncuran disaksikan Camat Karanganom Slamet Samodra dan Muspika dan ratusan undangan lainnya, dilakukan oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Ekobangkesra) Setda Haji Purwanto AC mewakili bupati ditandai dengan pemukulan Gong sebagai pembuka.

Acara dikemas dengan pengobatan gratis dan pembagian 100 paket sembako oleh Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten, penggalangan donor darah oleh Palang Merah Indonesia Cabang Klaten dan pelayanan administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan catatan sipil berupa pembuatan akta kelahiran/kematian perekaman E KTP dan lain-lain. Disamping itu juga diisi dengan atraksi memanah dengan target memecahkan balon udara oleh Khasim (anggota difabel) dan hiburan musik orgen tunggal Agus dan kawan-kawan ( penca tuna netra) dan kegiatan inklusi center.

Camat Karanganom Slamet Samodra ditemui usai acara pembukaan mengatakan, berdasarkan data yang ada difable yang ada diwilayahnya mencapai sebanyak 3900 orang. Sehubungan hal tersebut terbersit pemikiran dan langkah untuk mendirikan inklusi center untuk memandirikan difable diwilayah setempat, bekerja sama dengan beberapa rumah sakit dan perguruan tinggi bidang kesehatan. “Sementara Inklusi Center baru dilaksanakan hari Sabtu di aula kantor kecamatan , bekerjasama dengan Poltekes Surakarta difasilitasi armada mobil dinas camat dan Puskesling untuk antar jemput pasien“ tambahnya.

Untuk menunjang kegiatan operasional, Samudra mengatakan, sementara (tahun 2016) memanfaatkan sumber dana yang syah ditunjang pengalokasian dana alokasi dana desa (ADD) dari 19 desa yang ada,  masing-masing desa sebesar Rp 5 juta. “Pelayanan Inklusi Center antara lain berupa Strok center (melatih difable stroke) secaramandiri, Forum Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sharing penanganan difable, Self Help Group (kegiatan ekonomi) untuk meningkatkan penghasilan, Pra Koperasi difable wadah mengakses dana untuk permodalan dan pemasaran serta sanggar inklusi sebagai wadah bermain dan berkegiatan dalam meningkatkan kemampuan “ terangnya.

Asisten Ekobang dan Kesra Haji Purwanto mengatakan, langkah yang diambil oleh pemerintah kecamatan Karanganom perlu diapresiasi dan menjadi contoh wilayah lain dalam menangani difable yang di Klaten jumlahnya mencapai 9700 orang lebih. Kedepan Pemerintah kabupaten akan meminta semua rumah sakit yang ada didaerah setempat untuk menjalin kerjasama dengan Inklusi Center yang sudah ada.

Hubungannya dengan biaya operasional, Purwanto mengatakan, ke depan pemerintah desa diminta untuk mendukung kegiatan inklusi yang besarannya mencapai 2 prosen dari total dana desa yang ada. Sedang pengelolaannya bisa dibentuk dengan mendirikan badan hukum beranggota forum kepala desa dalam menangani inklusi Centra bagi para difable.

Direktur Keuangan RSCH Klaten, I Made Sumiyarta mengatakan, pelayanan pengobatan gratis pada masyarakat telah dilakukan 70 kali semenjak 3 tahun silam dibebera wilayah yang ditunjuk. Kegiatan dilakukan memanfaatkan dana CSR untuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh RSCH

telah dibaca: 307 kali

Comments are closed.