Jaga Warisan Leluhur, Pemkab Klaten Gencar Promosikan Jamu Tradisional

KLATEN –  Pemerintah Kabupaten Klaten kian rajin mempromosikan produk jamu agar lebih dikenal masyarakat. Salah satunya melalui ajang Sambang Warga di Desa Brangkal, Kecamatan Wedi, (Rabu 12/02/20), Bupati Klaten Sri Mulyani mengajak masyarakat minum jamu hasil olahan para kader kesehatan.
Saat mengunjungi stand jamu yang disiapkan petugas kesehatan Puskesmas Wedi, Bupati Sri Mulyani sempat mencicipi jamu seduhan kunir asem.
“Terima kasih ya jamunya. Ternyata enak juga. Monggo warga Klaten minum jamu” kata Bupati Sri Mulyani didampingi Sekretaris Daerah Klaten Jaka Sawaldi, Asisten Pemerinthan dan Kesejahteraan Rakyat Rony Roekmito dan sejumlah pejabat dihadapan ribuan warga yang menanti di tanah lapang.
Greget minum jamu salah satunya digawangi Sri Budiati. Tenaga bidan yang bertugas di Puskesmas Wedi ini bersama kader desa bergerak memanfaatkan lahan rumah yang kosong untuk ditanami tanaman obat keluarga atau toga.
“Jadi kita ingin mengajak masyarakat di sini untuk kembali ke alam. Jamu ini produk lokal dari ibu – ibu paguyuban jamu di Kecamatan Wedi. Mereka adalah kader-kader kesehatan yang menjual produk jamu setiap hari. Mereka dihimpun, dibina dan dibantu dalam hal promosi melalui petugas kesehatan ” kataBudiati (12/02/20).
Ditambahkan pembudidayaan tanaman obat ini untuk mengobati diri sendiri dengan obat -obatan herbal. Jenis tanaman yang dibudidayakan seperti jahe merah, jahe putih, jahe kencur, kunyit, temulawak sampai daun sirih. Ada dua pilihan produk. Bagi masyarakat yang ingin langsung diminum ada produk botolan. Sedang yang disimpan ada yang berbentuk serbuk.
“Untuk kelayakan konsumsi dan menjaga kualitas, petugas puskesmas terus melakukan pembinaan dan kontrol. Jadi masyarakat jangan kuatir. Produk jamu herbal binaan puskesmas di Klaten dijamin aman” kata Budiati.

Penulis Bambang Priyambodo
Editor Joko Priyono Dinas Kominfo Klaten

telah dibaca: 31 kali

Comments are closed.